Ketika Mayar Sherif Jadi Kriptonit Bagi Paula Badosa
Mayar Sherif [image: imago]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Mesir, Mayar Sherif tengah memperlihatkan performa gemilang dengan mempertahankan kemenangan beruntun setelah bertahan di Hamburg Open musim 2026.
Sementara itu, Paula Badosa memiliki banyak alasan untuk berbangga. Ia menutup sekitar tiga pekan turnamen clay-court di Eropa dengan sensasi luar biasa, sebuah gelar, dan tujuan untuk kembali ke peringkat 100 besar serta mengamankan tempat di US Open, yang telah sepenuhnya tercapai.
Namun, saingan utama Badosa selama periode tersebut adalah Sherif, yang mengalahkannya di final Iasi Open, Rumania, meskipun hal tersebut karena pengunduran diri petenis berkebangaaan Spanyol dan petenis berkebangsaan mesir kembali mengalahkannya di perempatfinal Hamburg Open pekan ini.
Meskipun demikian, pertandingan tersebut merupakan duel di mana siapa pun bisa menang. Keduanya mengerahkan kemampuan terbaik mereka dan setelah 3 jam 30 menit bertarung, petenis berkebangsaan Mesir kembali mengangkat tinjunya sebagai tanda perayaan setelah memetik kemenangan 6-4, 6-7, 6-4.
Dengan demikian, petenis berusia 30 tahun melenggang ke semifinal Hamburg Open dan akan menjadi lawan petenis unggulan kelima, Tamara Korpatsch.
Petenis berkebangsaan Mesir melanjutkan performa luar biasanya, setelah ia memenangkan 16 dari 17 pertandingan dan meraih tiga gelar dalam empat turnamen terakhir yang ia lakoni. Hal tersebut telah melambungkan posisinya dalam waktu kurang dari sebulan dari peringkat 129 dunia menjadi peringkat 55 dunia. Dan ia meraih pencapaian tersebut setelah periode di mana ia menderita kecemasan, seperti yang ia akui dalam sebuah wawancara dengan The National.
"Saya menyadari betapa saya mencintai tenis. Karena ketika saya berhenti bermain, saya benar-benar ingin kembali. Saya benar-benar ingin berkompetisi lagi dan melakukannya dengan baik. Saya ingin merasakan apa yang saya rasakan sekarang. Saya ingin merasakan kesuksesan. Saya ingin merasakan bahwa kerja keras membuahkan hasil. Saya ingin merasakan bahwa setelah berkali-kali gagal, pada akhirnya, saya akan berhasil. Karena, tentu saja, kepuasan sekarang sangat besar," jelas Sherif.
Sementara bagi Badosa, kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan luar biasa di mana ia menegaskan kembali performa yang luar biasa dan akan menuju musim hard-court di Amerika Utara dengan tujuan untuk terus mendaki peringkat. Saat ini, ia berada di peringkat 82 dunia, berjuang untuk mencapai babak-babak selanjutnya.
Artikel Tag: Hamburg Open, Paula Badosa, Mayar Sherif
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/ketika-mayar-sherif-jadi-kriptonit-bagi-paula-badosa
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini