Korbankan Semua Hal, Kemenangan Wimbledon Sangat Berarti Bagi Jannik Sinner
Jannik Sinner [image: atp tour]
Berita Tenis: Di akhir Mei, Jannik Sinner meninggalkan Roland Garros, Paris setelah kalah dalam laga lima set yang dramatis untuk kali kedua secara beruntun di French Open.
Namun di London, petenis berkebangsaan Italia mengulangi misinya untuk bangkit kembali pada musim 2025 dengan sekali lagi naik podium juara di Wimbledon musim 2026.
Petenis peringkat 1 dunia berhasil mengatasi gempuran awal dari petenis unggulan kedua, Alexander Zverev di final demi mempertahankan gelar Wimbledon yang menjadi gelar Grand Slam kelima dalam kariernya.
Setelah dengan cepat melupakan kekecewaan kekalahan di babak kedua French Open dari petenis berkebangsaan Argentina, Juan Manuel Cerundolo, petenis unggulan pertama tampak emosional setelah melepaskan pukulan forehand mematikan melewati Zverev untuk memastikan kemenangannya. Petenis berusia 24 tahun kemudian menekankan arti penting dari kemenangan besar teranyarnya tersebut.
“Saya pikir setiap Grand Slam berbeda,” ungkap Sinner. “Kisah berbeda, lingkungan berbeda, perasaan berbeda sebelum turnamen. Bagi saya, ini sangat berarti karena karena ini adalah turnamen yang menyulitkan setelah Paris lagi. Musim lalu juga menyulitkan. Tetapi datang ke sini, saya berusaha menempatkan diri saya dalam posisi terbaik untk bisa bersaing semaksimal mungkin.”
“Kami telah bekerja keras selama berhari-hari, sangat, sangat lama. Saya benar-benar mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk berada di posisi ini. Meraih prestasi ini sangat berarti bagi saya. Ini adalah hari yang mengagumkan.”
Petenis berkebangsaan Italia memasuki final Wimbledon musim ini dengan mengantongi sembilan kemenangan beruntun dalam rivalitas melawan Zverev. Tetapi petenis berkebangsaan Jerman yang tengah berada dalam performa terbaik setelah memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open, mengancam untuk mematahkan kekalahan beruntun tersebut dengan menampilkan permainan terbaiknya dalam pertemuan teranyar mereka, terutama sampai babak tiebreak set kedua.
“Sangat, sangat menghormati Sascha, karena ia melakukan sesuatu yang luar biasa,” ungkap Sinner. “Permainannya terus berkembang. Pada saat yang sama, itulah yang bagus, karena anda selalu memiliki seseorang yang mendorong anda hingga batas kemampuan.”
“Kami berharap Carlos Alcaraz juga kembali, karena tenis membutuhkannya. Kehadiran Novak Djokovic dan semua petenis muda yang bermunculan, sungguh sangat menyenangkan. Pada saat yang sama, anda selalu perlu bekerja keras dan memiliki momen seperti ini.”
Hal yang terpenting, petenis peringkat 1 dunia hanya menghadapi satu peluang break point di sepanjang empat set final Wimbledon, menampilkan performa servis yang menakjubkan, mirip dengan yang ia tunjukkan saat melawan petenis yang telah tujuh kali menjadi juara di London, Djokovic di semifinal. Ia kemudian ditanya tentang bagaimana ia bisa tetap fokus pada servisnya selama pertandingan yang berlangsung selama 3 jam 46 menit itu.
“Sejujurnya, ini hanya soal fokus pada saat ini,” jawab Sinner. “Jika anda kehilangan servis sekali saja, setnya kemungkinan besar akan berakhir, terutama saat melawan Sascha. Melawan petenis terbaik di dunia, anda harus sangat berhati-hati dalam permainan servis anda sendiri. Saya telah meningkat di sepanjang turnamen ini. Jika anda melihat performa dari dua atau tiga pertandingan pertama, lalu bagaimana saya mengakhiri turnamen, itu selalu menunjukkan peningkatan.”
“Itulah yang saya butuhkan. Saya mencari peningkatan ini, peningkatan kemampuan bermain, dari sisi saya. Kami berhasil mewujudkannya. Tentu saja, secara mental anda juga perlu melakukan perubahan untuk dapat melakukannya. Tetapi saya sangat senang dengan bagaimana saya mengatasi situasi ini, terutama musim ini. Sekarang saatnya untuk menikmatinya.”
Artikel Tag: wimbledon, alexander zverev, Jannik Sinner
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/korbankan-semua-hal-kemenangan-wimbledon-sangat-berarti-bagi-jannik-sinner
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini