Mirra Andreeva Masuk Tujuh Petenis Putri Termuda Yang Juarai French Open
Mirra Andreeva [kiri] bersama sang pelatih, Conchita Martinez [kanan] [image: AP]
Berita Tenis: Sampai saat ini, terdapat tujuh petenis putri termuda yang memenangkan gelar French Open dengan juara teranyar, Mirra Andreeva masuk ke dalam klub eksklusif tersebut.
Tujuh petenis putri termuda yang memenangkan French Open:
7. Chris Evert – 19 tahun 5 bulan
Ratu clay-court, Evert tetap berada di puncak daftar peraih gelar French Open terbanyak dan ia masih remaja ketika memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di Roland Garros pada musim 1974 dari total 18 koleksi gelar Grand Slam-nya.
Evert hampir memenangkan gelar tersebut saat berusia 18 tahun pada musim 1973, tetapi kalah dengan tiga set dari Margaret Court. Mantan petenis AS kembali ke final 12 bulan kemudian dan tidak kehilangan satu set pun di Roland Garros, termasuk mengalahkan Olga Morozova dengan hasil telak 6-1, 6-2 di final.
6. Iga Swiatek – 19 tahun 4 bulan
Swiatek menghuni peringkat 54 dunia saat melakoni French Open musim 2020, tetapi, ia tidak terbendung untuk memenangkan gelar Grand slam tersebut, termasuk menundukkan petenis AS, Sofia Kenin – yang memenangkan gelar Australian Open awal musim tersebut – dengan dua set langsung, yang menjadi gelar Grand Slam pertama dari enam koleksi gelar Grand Slam sang petenis sampai sejauh ini.
Dengan kemenangan tersebut, Swiatek menjadi petenis dengan peringkat terendah yang mengangkat trofi kemenangan di Roland Garros sejak sistem peringkat diperkenalkan pada musim 1975.
Swiatek bahkan tidak kehilangan satu set pun dalam perjalanan menjuarai Grand Slam tersebut, termasuk menaklukkan petenis unggulan pertama, Simona Halep di babak 16 besar.
5. Hana Mandlikova – 19 tahun 3 bulan
Mandlikova memenangkan gelar Grand Slam pertamanya pada musim 1980 di Australian Open. Setelah itu, mantan petenis berkebangsaan Ceko mengaramkan Sylvia Hanika dengan dua set langsung di final French Open musim 1981.
4. Mirra Andreeva – 19 tahun 1 bulan
Hanya satu bulan setelah merayakan hari jadi ke-19, Andreeva mewujudkan janjinya di awal. Tidak hanya melenggang ke final Grand Slam pertama dalam kariernya, tetapi juga memboyong gelarnya.
Petenis unggulan kedelapan, Andreeva menghadapi qualifier asal Polandia, Maja Chwalinska yang juga melakoni final Grand Slam pertama dalam kariernya, di Court Philippe-Chatrier sebelum naik podium juara usai memetik kemenangan dua set langsung yang meyakinkan.
3. Steffi Graf – 17 tahun 11 bulan
Kisah Grand Slam mantan petenis berkebangsaan Jerman, Graf dimulai sejak ia berusia 13 tahun pada musim 1983 dan empat musim kemudian, ia memenangkan gelar pertama dari 22 koleksi gelar Grand Slam-nya di French Open usai mengaramkan Martina Navratilova dengan tiga set.
2. Arantxa Sanchez Vicario – 17 tahun 5 bulan
Graf menjadi petenis favorit di French Open musim 1989 sebagai petenis unggulan pertama dan juara bertahan sebanyak dua kali, tetapi Sanchez Vicario memiliki ide lain dan mengalahkannya di final dengan tiga set.
1. Monica Seles – 16 tahun 6 bulan
Setelah debut di French Open musim 1989 saat berusia 15 tahun, langkah mantan petenis yang saat itu mewakili Yugoslavia, Seles tidak terbendung dan mengalahkan Graf dengan tiga set di final musim 1990, menjadikannya juara termuda sampai sejauh ini di Roland Garros untuk nomor tunggal putri. Setelah itu, ia memenangkan juga memenangkan gelar Grand Slam tersebut pada musim 1991 dan 1992.
Artikel Tag: French Open, Iga Swiatek, Mirra Andreeva
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/mirra-andreeva-masuk-tujuh-petenis-putri-termuda-yang-juarai-french-open
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini