Momen Canggung Terjadi Usai Pelatih Elena Rybakina Terima Trofi
Elena Rybakina [image: getty images]
Berita Tenis: Elena Rybakina menyatakan timnya sedang “mengalami banyak masalah” dan tampaknya menyinggung kontroversi seputar pelatihnya, Stefano Vukov setelah kemenangannya di Australian Open 2026.
Petenis peringkat 5 dunia memenangkan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya di Australian Open usai mengalahkan petenis peringkat 1 dunia, Aryna Sabalenka dengan tiga set di Rod Laver Arena, Melbourne.
Kemenangan petenis berkebangsaan Kazakhstan mengakhiri penantian panjang untuk gelar Grand Slam kedua, tiga setengah tahunmusim setelah kemenangannya di Wimbledon musim 2022 dan akan mengembalikannya ke peringkat tertinggi dalam kariernya, peringkat 3 dunia.
Di antara mereka yang mendapat penghargaan selama upacara penyerahan trofi pada Sabtu (3101) malam waktu setempat adalah pelatih sang petenis, Vukov yang juga melatihnya hingga meraih kemenangan di Wimbledon tiga musim lalu.
Sebagai bagian dari tradisi baru di Australian Open, pelatih juara tunggal putri dan putra akan menerima trofi di lapangan.
Namun, kehadiran Vukov dalam tim petenis berusia 26 tahun tetap menjadi kontroversi yang signifikan, dengan petenis asal Kroasia pernah diskors selama enam bulan pada musim 2025. Ia diskors sementara karena diduga melanggar Kode Etik turnamen WTA pada Januari 2025, berita tersebut muncul setelah ia kembali ke tim petenis berkebangsaan Kazakhstan setelah perpisahan singkat.
Vukov dilarang memasuki lokasi Australian Open pada musim 2025 selama masa skorsing sementaranya dan larangan selama satu musim kemudian dikonfirmasi pada Februari 2025.
Vukov kembali bergabung dengan rombongan Rybakina di lokasi pertandingan pada Agustus 2025 setelah berhasil mengajukan banding atas larangannya, meskipun ia tetap bekerja sama dengan juara WTA Finals musim 2025 di luar turnamen.
Performa petenis berkebangsaan Kazakhstan telah meningkat pesat sejak kembalinya Vukov, termasuk memenangkan Ningbo Open dan WTA Finals menjelang akhir musim 2025, sebelum meraih kemenangan di Melbourne musim ini.
Petenis berusia 26 tahun selalu mengklaim bahwa Vukov “tidak pernah memperlakukannya dengan buruk” dan kemudian mengklaim setelah mencapai final Australian Open bahwa kembalinya Vukov telah menjadi “bantuan besar” bagi permainannya.
Dan, selama pidato kemenangannya di Rod Laver Arena, ia tampak menyinggung kontroversi tersebut ketika mengucapkan terima kasih kepada timnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim saya. Tanpa kalian, ini tidak mungkin terjadi,” ungkap Rybakina. “Kami menghadapi banyak tantangan dan saya sangat senang kami mencapai hasil ini. Terima kasih kepada kalian semua dan semoga kita bisa terus berprestasi musim ini.”
Kehadiran Vukov dalam rombongan petenis unggulan kelima masih menjadi kontroversi bagi sebagian orang, tetapi kemenangan di Melbourne kemungkinan besar akan mengukuhkan posisinya di tim untuk masa mendatang.
Rybakina kini menjadi juara bertahan di dua dari lima turnamen tenis terbesar dan dengan kembalinya ke peringkat tertinggi dalam kariernya yang dijadwalkan Senin depan (2/2), tampaknya ia sedang memainkan permainan tenis terbaik dalam kariernya.
Artikel Tag: Australian Open 2026, Elena Rybakina, Aryna Sabalenka
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/momen-canggung-terjadi-usai-pelatih-elena-rybakina-terima-trofi
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini