Wim Fissette Buka Suara Terkait Perpisahan Dengan Iga Swiatek
Iga Swiatek [image: getty images]
Berita Tenis: Wim Fissette membahas “kondisi sulit” dan kendala bahasa setelah perpisahannya dengan Iga Swiatek sebelum sang petenis kembali bermain di clay-court pada musim 2026.
Pelatih petenis berkebangsaan Polandia yang baru saja dipecat, Fissette telah berbagi sudut pandangnya. Pelatih asal Belgia menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan petenis berkebangsaan Polandia dan secara singkat menyinggung dinamika tim, sebagai satu-satunya anggota tim pelatih yang tidak dapat berkomunikasi dalam bahasa Polandia.
Mantan petenis peringkat 1 dunia memulai kerja sama dengan Fissette pada akhir musim 2024, setelah berakhirnya kemitraan dengan pelatih lamanya, Tomasz Wiktorowski. Wiktorowski telah membantu sang petenis meraih empat dari enam gelar Grand Slam-nya (tiga French Open dan satu US Open). Ia juga membimbingnya meraih 15 gelar turanemn WTA lainnya.
Sebelum Wiktorowski, petenis peringkat 4 dunia dilatih selama enam musim oleh pelatih Polandia lainnya, Piotr Sierzputowski yang bertanggung jawab atas gelar profesional pertamanya – French Open 2020 – dan dua gelar WTA.
Berbicara tentang perpisahannya, Fissette mengatakan kepada Athletic, “Ada beberapa tim yang bisa tetap tenang dalam kondisi yang, katakanlah, sulit. Yang lain merasa ada sesuatu yang perlu diubah.”
Fissette baru-baru ini digantikan oleh pelatih asal Spanyol, Francisco Roig, yang dikenal karena kemitraan yang lama dengan Rafael Nadal. Lebih penting lagi, Swiatek mengklarifikasi bahwa ia adalah satu-satunya anggota tim yang diberhentikan.
“Seperti di setiap olahraga, selalu pelatih yang pertama kali harus pergi. Di level tertinggi dalam olahraga, ini adalah bagian dari pekerjaan. Anda harus menerimanya,” tambah Fissette.
Mirip dengan Sierzputowski, Fissette juga membantu mantan petenis peringkat 1 dunia meraih satu gelar Grand Slam (Wimbledon 2025) dan dua gelar WTA (Cincinnati Open dan Korea Open). Namun, pelatih Belgia tersebut bergabung dengan tim pada masa sulit. Sang petenis sedang mengalami paceklik gelar dan menjalani skorsing selama 1 bulan. Musim 2024 sang petenis penuh gejolak setelah hampir tanpa cela pada musim 2022 dan 2023.
“Mereka hampir tidak terkalahkan selama beberapa musim. Ekspektasinya akan sangat tinggi. Setiap kekalahan akan terasa lebih menyakitkan. Saya menyadari kesulitan dalam proyek ini. Mustahil untuk berbuat lebih baik. Tetapi saya tetap sangat senang telah menerima tantangan ini, dan senang dengan apa yang telah kami capai. Iga adalah petenis dan atlet yang luar biasa,” jelas Fissette tentang masa baktinya bersama Swiatek.
Fissette, yang telah melatih petenis-petenis seperti Naomi Osaka, Kim Clijsters, dan Simona Halep, di antara beberapa lainnya, mengisyaratkan adanya kendala bahasa.
“Setiap kata yang saya ucapkan adalah hal baru baginya. Karena menghormati Iga, saya tidak ingin membahasnya terlalu dalam,” tambah Fissette.
Pelatih asal Belgia juga menyoroti kecenderungan alami Swiatek terhadap anggota tim Polandia-nya, termasuk psikolog, Daria Abramowicz; fisioterapis, Maciej Ryszczuk; dan rekan sparing, Tomek Moczek.
“Ia telah bekerja dengan orang-orang yang sama selama bermusim-musim dan ia sangat sukses selama bermusim-musim. Wajar jika, katakanlah, di masa-masa sulit, ia kembali kepada orang-orang ini atau mungkin menginginkan lebih banyak dari orang-orang ini,” tukas Fissette.
Swiatek meminta bantuan idolanya, Rafael Nadal, sebelum memulai perjalanannya di musim clay-court pada musim 2026. Petenis berkebangsaan Polandia terlihat bersama Nadal dan pelatih barunya, Francisco Roig, di akademi legenda Spanyol tersebut yang berlokasi di Mallorca. Stuttgart Open (13-19 April) akan menjadi turnamen pertamanya yang dijadwalkan di lapangan clay-court.
Artikel Tag: Rafael Nadal, Stuttgart Open, Iga Swiatek
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/wim-fissette-buka-suara-terkait-perpisahan-dengan-iga-swiatek
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini