Adrien Broner Masih Terbayang Kekuatan Pukulan Marcos Maidana
Adrien Broner
Berita Tinju : Mantan juara dunia tinju empat divisi, Adrien Broner, mengakui bahwa Marcos Maidana merupakan petinju dengan pukulan paling keras yang pernah ia hadapi sepanjang karier profesionalnya.
Broner dikenal sebagai salah satu talenta terbaik tinju Amerika pada awal 2010-an. Ia sukses meraih gelar juara dunia di tiga kelas berbeda saat masih berusia 23 tahun dan menambah koleksi gelarnya menjadi empat divisi ketika berusia 26 tahun. Saat itu, hanya Oscar De La Hoya yang mampu mencapai pencapaian serupa di usia yang lebih muda.
Karier Broner sempat melesat dengan rekor tak terkalahkan 27 kemenangan tanpa kekalahan. Namun sejumlah masalah disiplin dan inkonsistensi di dalam maupun luar ring membuat performanya menurun. Hingga kini, catatan profesionalnya berdiri di angka 35 kemenangan dari total 42 pertarungan.
Kekalahan pertama Broner datang pada Desember 2013 saat menghadapi Marcos Maidana dalam perebutan gelar WBA kelas welter. Meski lebih diunggulkan sebelum pertandingan, Broner justru mengalami malam yang sulit setelah dua kali terjatuh dan akhirnya kalah angka mutlak.
Lebih dari satu dekade setelah pertarungan tersebut, Broner mengaku masih mengingat jelas kekuatan pukulan petinju asal Argentina itu.
Dalam sebuah siaran langsung di media sosial, Broner mengungkapkan betapa dahsyatnya pukulan Maidana yang mendarat ke tubuhnya.
"Dia memukul saya sangat keras sampai seluruh tubuh saya terasa mati rasa," ungkap Broner.
Pernyataan itu semakin menegaskan reputasi Maidana sebagai salah satu petinju dengan daya pukul paling berbahaya pada masanya. Sepanjang karier profesionalnya, Maidana mencatatkan 31 kemenangan knockout dari total 35 kemenangan.
Kemenangan atas Broner menjadi titik penting dalam karier Maidana. Hasil tersebut membawanya mendapatkan dua kesempatan menghadapi legenda tinju Floyd Mayweather Jr pada 2014. Pada pertemuan pertama, Maidana memberikan perlawanan sengit sebelum kalah lewat keputusan mayoritas. Sementara pada duel kedua, Mayweather menang lebih meyakinkan melalui keputusan mutlak.
Setelah pertarungan kedua melawan Mayweather, Maidana tidak pernah kembali naik ring. Ia memutuskan pensiun dengan rekor 35 kemenangan dan lima kekalahan.
Meski telah menghadapi banyak petinju kelas dunia, Adrien Broner tampaknya masih menempatkan Maidana di puncak daftar lawan dengan pukulan paling menghancurkan yang pernah dirasakannya. Pengakuan tersebut menjadi bukti betapa berbahayanya kekuatan petinju berjuluk El Chino itu pada masa kejayaannya.
Artikel Tag: Floyd Mayweather Jr, kelas welter, Adrien Broner
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/adrien-broner-masih-terbayang-kekuatan-pukulan-marcos-maidana
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini