Bradley Rea Waspadai Kebangkitan Ezra Taylor Jelang Duel Kelas Berat Ringan
Bradley Rea mewaspadai kebangkitan Taylor yang berambisi kembali ke jalur kemenangan setelah menelan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya. (Foto: Fight TV)
Bradley Rea menyadari pertarungannya melawan Ezra Taylor akan menjadi ujian terberat dalam kariernya.
Petinju asal Manchester itu mewaspadai kebangkitan Taylor yang berambisi kembali ke jalur kemenangan setelah menelan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya.
Kedua petinju akan bertarung dalam duel kelas berat ringan selama 10 ronde pada Sabtu malam.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian undercard duel Joshua Buatsi melawan Willy Hutchinson dalam perebutan gelar kelas berat ringan WBC di AO Arena, Manchester, yang disiarkan langsung melalui DAZN.
Taylor (13-1, 8 KO) kehilangan rekor tak terkalahkannya setelah kalah angka dari Hutchinson dalam pertarungan 10 ronde pada 28 Maret. Rea memahami bahwa kekalahan pertama dapat memicu motivasi besar seorang petinju untuk bangkit.
Petinju berusia 28 tahun itu pernah mengalami situasi serupa.
Pada November 2022, Bradley Rea dipandang sebagai salah satu prospek kelas menengah paling menjanjikan di Inggris sebelum kalah angka dari Tyler Denny, yang kemudian menjadi juara Eropa.
Kekalahan tersebut membuat kariernya sempat kehilangan momentum selama hampir tiga tahun.
Rea akhirnya kembali menunjukkan kemampuannya dengan mengalahkan Shakan Pitters melalui pertarungan sengit selama 12 ronde pada Juni 2025 untuk merebut gelar juara kelas berat ringan Eropa.
"Saya rasa ini mungkin pertarungan terberat saya sejauh ini. Saya tahu akan menghadapi Ezra pada saat paling berbahaya dalam kariernya. Saya tahu betul bagaimana rasanya dan mentalitas yang muncul ketika berusaha bangkit setelah kekalahan pertama," kata Rea kepada The Ring.
"Saya tidak ragu akan menghadapi versi terbaik dirinya. Inilah yang saya inginkan, tetapi saya yakin versi terbaik saya akan mengalahkan versi terbaiknya."
Bradley Rea juga memperlihatkan perkembangan positif dalam 18 bulan terakhir.
Meski kehilangan gelar Eropa setelah kalah angka terbelah dari rival sekotanya, Lyndon Arthur, dia sempat menjatuhkan mantan penantang gelar dunia tersebut.
Pada 9 Mei, Rea bangkit dengan penampilan terbaiknya setelah menghentikan Liam Cameron dalam empat ronde.
Sementara itu, Taylor yang kini berusia 32 tahun akan berusaha menghindari kekalahan beruntun.
Namun, Rea tidak memperkirakan lawannya akan bertarung secara terburu-buru. Taylor dan pelatihnya, Malik Scott, langsung kembali berlatih setelah kekalahan dari Hutchinson.
Rea tetap mewaspadai kekuatan pukulan Taylor, tetapi merasa memiliki kemampuan serupa. Dia mengatakan sejumlah lawan kerap meremehkan kekuatan pukulannya sebelum merasakan langsung dampaknya.
Bradley Rea menilai pertarungan ini sangat menentukan masa depan keduanya.
Kekalahan akan membuat Taylor menelan dua hasil negatif beruntun, sedangkan Rea akan mengalami dua kekalahan dalam tiga pertandingan terakhirnya.
"Ini pertarungan yang tidak boleh kami kalah. Jika kalah, ke mana kami akan melangkah? Perjalanan untuk kembali akan sangat panjang. Itulah yang membuat pertarungan ini menarik. Kami berdua siap mempertaruhkan segalanya," ujar Rea.
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/bradley-rea-waspadai-kebangkitan-ezra-taylor-jelang-duel-kelas-berat-ringan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini