Brandon Figueroa Kenang Kemenangan Dramatis atas Nick Ball Bak Film Rocky
Brandon Figueroa (kiri) dan Nick Ball. (Foto: Fight TV)
Brandon Figueroa ingin melanjutkan momentum setelah merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA untuk kedua kalinya melalui kemenangan dramatis atas Nick Ball.
Petinju asal Amerika Serikat itu akan mempertahankan gelarnya melawan Tomoki Kameda dalam partai tambahan utama pada rangkaian pertarungan Sebastian Fundora kontra Ermal Hadribeaj di Las Vegas, Sabtu.
Brandon Figueroa (27-2-1, 20 KO) merebut gelar tersebut setelah menghentikan Ball pada ronde ke-12 di Liverpool, Inggris, pada 7 Februari.
Petinju berjuluk “The Heartbreaker” itu menyebut kemenangan di kandang lawan tersebut terasa seperti kisah dalam film Rocky.
“Saya merasa seperti berada dalam film Rocky. Rasanya seperti hal-hal yang kita lihat di film atau cerita yang kita tulis. Ini kisah yang indah dan tidak mungkin berakhir lebih baik,” kata Figueroa kepada The Ring.
Ia mengaku menikmati kemenangan itu bersama tim, pelatih, keluarga, dan teman-temannya yang datang ke Liverpool.
Brandon Figueroa juga memahami kekecewaan pendukung tuan rumah setelah petinju kesayangan mereka kalah.
“Saya tahu orang-orang di Liverpool cukup kecewa karena saya menghancurkan harapan mereka, tetapi inilah dunia tinju,” ujarnya.
Kemenangan atas Ball menjadi titik balik bagi petinju berusia 29 tahun tersebut setelah dua penampilan sebelumnya kurang meyakinkan.
Pada Februari 2025, Figueroa kehilangan gelar kelas bulu WBC setelah kalah angka mutlak dari Stephen Fulton dalam pertarungan ulang.
Lima bulan kemudian, ia mengalahkan Joet Gonzalez melalui keputusan mutlak yang tidak terlalu mengesankan.
Menghadapi Ball, Brandon Figueroa sebenarnya unggul tiga poin pada kartu penilaian dua dari tiga juri menjelang ronde terakhir.
Namun, pelatihnya, Manny Robles, tetap meminta dia menuntaskan pertarungan dengan kuat.
Figueroa kemudian menjatuhkan Ball melalui pukulan kiri melingkar beberapa detik setelah ronde ke-12 dimulai.
Ball mampu bangkit, tetapi Figueroa kembali melancarkan serangan hingga lawannya terjatuh untuk kedua kalinya dan wasit Steve Gray menghentikan pertandingan.
“Saya sudah melancarkan kombinasi itu sejak ronde pertama, tetapi saat itu dia masih punya tenaga untuk menghindar. Pada ronde ke-12, setelah terus menerima pukulan ke tubuh dan terkuras tenaganya, kakinya sudah tidak mampu menopang. Dia menjadi sasaran empuk,” tutur Figueroa.
Kini menempati peringkat keempat penantang kelas bulu versi The Ring, Figueroa berpeluang mengejar pertarungan unifikasi melawan Rafael Espinoza, pemegang gelar WBO; Angelo Leo, juara IBF; atau Bruce Carrington, pemegang gelar WBC, jika mampu mengalahkan Kameda (42-5, 23 KO).
Kameda, 35 tahun, terakhir bertarung pada Mei 2025 dan kalah angka mayoritas dari Leo dalam perebutan gelar IBF di Osaka, Jepang.
Pertemuan mendatang juga memiliki arti khusus bagi Figueroa.
Ia menjalani debut profesional pada Mei 2015 di kartu pertandingan yang sama ketika Kameda kalah angka mutlak dari Jaime McDonnell dalam pertarungan unifikasi.
Saat itu, Figueroa yang berusia 18 tahun menang angka atas Hector Gutierrez dalam duel empat ronde.
Figueroa bahkan masih menyimpan tiket pertandingan tersebut. Ia mengingat pesan ayahnya ketika menyaksikan kekalahan Kameda, yang mengingatkannya bahwa kelas bulu merupakan divisi yang perlu diperhatikannya.
Figueroa tetap menghormati lawannya dan menyebut Kameda sebagai petinju tangguh yang selalu siap bertarung.
Artikel Tag: Rafael Espinoza, Nick Ball, Brandon Figueroa
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/brandon-figueroa-kenang-kemenangan-dramatis-atas-nick-ball-bak-film-rocky
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini