Ezra Taylor Bidik Kebangkitan Saat Hadapi Brad Rea di Manchester
Ezra Taylor menegaskan tetap memiliki kombinasi kekuatan, kecepatan, ketajaman, dan kecerdasan untuk bersaing di level tertinggi. (Foto: Fight TV)
Ezra Taylor tetap yakin memiliki kemampuan untuk bersaing dengan petinju terbaik di kelas berat ringan (175 pon), meskipun baru saja menelan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya.
Petinju asal Nottingham, Inggris, tersebut akan kembali naik ring menghadapi mantan juara Eropa Brad Rea di AO Arena, Manchester, Sabtu (7/11).
Pertarungan 10 ronde yang disiarkan DAZN itu menjadi kesempatan bagi Taylor untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan di jajaran elite divisi tersebut.
Duel itu juga menjadi bagian dari rangkaian acara sebelum pertarungan ulang antara Joshua Buatsi dan Willy Hutchinson.
Ezra Taylor (13-1, 9 KO) mengalami kekalahan pertamanya ketika menghadapi Hutchinson, petinju peringkat ketujuh kelas berat ringan versi The Ring, pada 28 Maret.
Sebelumnya, petinju berusia 32 tahun itu tampil dominan dalam perjalanan menuju level dunia berkat kondisi fisik prima, disiplin latihan, dan kekuatan pukulannya.
Namun, menghadapi Hutchinson, Taylor kesulitan memperpendek jarak dan menemukan cara untuk mengembangkan serangan.
Dia akhirnya kalah angka mutlak setelah melewati pertarungan yang sulit dikendalikan.
Alih-alih mencari alasan atau menganggap kekalahan tersebut sekadar hari buruk, Taylor memilih menerima hasil itu dan menjadikannya bahan evaluasi.
Dia mengaku pengalaman tersebut justru meningkatkan kecintaannya terhadap teknik dan seni bertinju.
"Jika ada sesuatu yang berubah, kekalahan itu justru memberi saya kecintaan baru terhadap seni dan teknik tinju. Saya harus melihat olahraga ini dari sudut pandang berbeda. Kecerdasan bertinju saya meningkat dan sekarang saya semakin menikmati aspek teknisnya dibandingkan sebelumnya," kata Ezra Taylor kepada The Ring.
Kekalahan tersebut tidak membuatnya kehilangan keyakinan terhadap kemampuan sendiri. Taylor juga tidak merasa perlu mengubah seluruh pendekatan bertarungnya.
Setelah pertandingan, dia segera kembali berlatih bersama pelatih Malik Scott dan menghabiskan sebagian besar dari delapan bulan terakhir menjalani persiapan intensif di California.
Menurut Taylor, fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas diri tanpa terlalu memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi.
"Ini tentang saya menjadi Ezra yang terbaik. Bukan tentang lawan saya atau calon lawan berikutnya. Saya harus masuk ring dan melakukan hal yang paling saya kuasai. Saya percaya kemampuan terbaik saya lebih unggul daripada petinju lainnya," ujarnya.
Taylor juga mendapat pelajaran bahwa menghadapi petinju berkualitas membutuhkan kemampuan mempertahankan ritme dan menemukan solusi ketika strategi awal tidak berjalan sesuai rencana.
Dia menegaskan tetap memiliki kombinasi kekuatan, kecepatan, ketajaman, dan kecerdasan untuk bersaing di level tertinggi.
"Anda adalah petinju cerdas, kuat, tajam, eksplosif, dan berbahaya. Tunjukkan semua itu di ring. Selesai," kata Taylor menggambarkan prinsip yang kini dipegangnya.
Artikel Tag: Willy Hutchinson
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/ezra-taylor-bidik-kebangkitan-saat-hadapi-brad-rea-di-manchester
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini