Murat Gassiev Terkejut dengan Rencana Perebutan Gelar WBA Super
Murat Gassiev, yang saat ini berstatus juara dunia kelas berat WBA, menilai dirinya seharusnya mendapat kesempatan memperjuangkan status super champion. (Foto: Fight TV)
Murat Gassiev mengaku terkejut dengan rencana World Boxing Association (WBA) menggelar perebutan gelar kelas berat super antara Tyson Fury dan Anthony Joshua pada 11 Desember.
Murat Gassiev, yang saat ini berstatus juara dunia kelas berat WBA, menilai dirinya seharusnya mendapat kesempatan memperjuangkan status super champion.
Di tengah ketidakjelasan status gelar tersebut, Gassiev juga berpotensi menghadapi penantang wajib Jarrell Miller.
Petinju Amerika Serikat itu mendapatkan kesempatan menantang gelar WBA setelah mengalahkan Lenier Pero melalui keputusan mutlak dalam laga eliminasi pada April.
Murat Gassiev (34-2, 27 KO) diangkat menjadi juara penuh WBA tidak lama setelah Oleksandr Usyk mengosongkan gelar IBF, WBA, dan WBC pada Juni.
Usyk, yang merupakan juara The Ring, mengambil langkah tersebut agar tidak menghambat persaingan di kelas berat menjelang pertarungan terakhirnya sebelum pensiun.
Gassiev telah menjalani satu kali pertahanan gelar pada Juli. Saat itu, petinju asal Vladikavkaz, Rusia, tersebut dengan mudah mengalahkan Peter Kadiru, yang menggantikan Tony Yoka dalam waktu singkat akibat cedera.
“Belum ada kabar mengenai lawan saya berikutnya. Namun, saya sudah mulai berlatih dan menunggu perkembangan terbaru,” kata Gassiev kepada The Ring.
“Jika Jarrell Miller merupakan penantang dan menempati posisi tinggi dalam peringkat WBA, sesuai aturan organisasi, kami harus bertarung. Jika aturan mengharuskannya, kami perlu menghormati aturan tersebut.”
Miller (28-1-2, 22 KO) sebelumnya menyebut Gassiev sebagai juara yang hanya mendapat pengakuan melalui surat elektronik dan meragukan statusnya sebagai petinju kelas berat sejati. Namun, Gassiev tidak terganggu oleh komentar tersebut.
“Ia selalu bertindak seperti itu sebelum bertarung dan tahu cara menarik perhatian. Saya tidak bisa mengatakan apakah itu baik atau buruk. Itu pendekatan yang dipilihnya, dan saya tidak mempermasalahkannya,” ujar Gassiev, yang juga menyebut Miller sebagai petinju kuat dengan karakter tangguh dan jangkauan tangan panjang.
Petinju berusia 32 tahun itu sebelumnya menjadi juara kelas penjelajah sebelum naik ke kelas berat pada 2020.
Dua kekalahan dalam kariernya terjadi saat menghadapi Usyk pada 2018 dan Otto Wallin melalui keputusan terbelah pada 2023.
The Ring menempatkan Gassiev di peringkat kesembilan kelas berat, sedangkan Miller tidak masuk 10 besar.
Gassiev menilai persaingan kelas berat tetap terbuka karena banyak petinju berambisi menjadi juara dunia. Ia pun berharap dapat menghadapi pemenang duel Fury melawan Joshua jika pertarungan tersebut benar-benar terlaksana.
“Saya tidak kesal. Saya hanya terkejut. Reaksi pertama saya adalah, ‘Mengapa?’ Ini tinju. Berbagai hal bisa terjadi, dan apa pun situasinya, kita harus menerima serta terus melangkah,” katanya.
John Wirt, rekan promotor sekaligus penasihat hukum Gassiev, meminta WBA mengonfirmasi atau membantah laporan mengenai perebutan gelar tersebut.
Menurut Wirt, melewati juara bertahan dan penantang peringkat pertama demi mempertemukan petinju peringkat kedua dan ketiga akan menjadi keputusan yang tidak lazim.
Ia menegaskan Murat Gassiev setidaknya harus diberi kesempatan menyampaikan keberatan dan bertarung untuk memperebutkan status super champion sebelum gelar itu diberikan kepada petinju lain.
Artikel Tag: Tyson Fury, Anthony Joshua, Murat Gassiev
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/murat-gassiev-terkejut-dengan-rencana-perebutan-gelar-wba-super
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini