Pelatih Tinju Top Ini Ungkap Cara Conor Benn untuk Tundukkan Garcia
Ryan Garcia dan Conor Benn
Berita Tinju - Conor Benn akan menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya ketika menantang Ryan Garcia untuk memperebutkan gelar WBC kelas welter di T Mobile Arena, Las Vegas, pada 12 September 2026.
Garcia memasuki pertarungan sebagai favorit setelah merebut gelar WBC dari Mario Barrios melalui kemenangan angka mutlak pada Februari lalu. Dalam pertarungan tersebut, Garcia menjatuhkan Barrios pada ronde pertama dan akhirnya menang dengan skor 119 sampai 108, 120 sampai 107, dan 118 sampai 109.
Sebaliknya, Benn memiliki sejumlah tanda tanya menjelang pertarungan. Petinju Inggris berusia 29 tahun itu sudah lebih dari empat tahun tidak bertanding di batas kelas welter 147 pound. Ia terakhir kali tampil di kelas tersebut ketika menghentikan Chris van Heerden pada 2022.
Benn kemudian naik kelas dan menjalani dua pertarungan melawan Chris Eubank Jr pada 2025. Ia memenangkan pertemuan pertama melalui keputusan angka, sebelum membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan dalam duel kedua.
Kini Benn harus kembali menurunkan berat badan secara drastis untuk menghadapi Garcia. Bahkan, ia menyebut proses tersebut sebagai sesuatu yang sangat berat dan memastikan pertarungan melawan Garcia akan menjadi penampilan terakhirnya di kelas welter sebelum berencana naik ke kelas yang lebih tinggi.
Meski demikian, Kenny Ellis melihat Conor Benn memiliki kualitas yang dapat menyulitkan Ryan Garcia. Pelatih yang turut menangani sejumlah petinju ternama itu menilai Garcia memang memiliki kemampuan tinju yang lebih baik, tetapi Benn mempunyai daya tahan terhadap tekanan dan rasa sakit yang lebih tinggi.
“Saya menyukai Ryan karena dia petinju yang lebih baik dibandingkan Benn. Namun, saya melihat Conor memiliki toleransi terhadap rasa sakit yang lebih baik. Dia mungkin bisa melewati keunggulan teknik Ryan,” ujar Ellis.
Ellis kemudian menyoroti satu aspek yang menurutnya sangat menentukan jalannya pertarungan.
“Jika dia bisa melewati hook kiri, seharusnya dia akan baik baik saja,” lanjutnya.
Hook kiri Garcia memang menjadi salah satu senjata paling berbahaya dalam arsenelnya. Kecepatan tangan dan kemampuan Garcia melontarkan pukulan dari berbagai sudut membuat Benn tidak boleh terlalu lama berada dalam jarak serang lawannya.
Garcia sendiri baru saja menemukan kembali momentumnya setelah kekalahan mengejutkan dari Rolando Romero pada 2025. Setelah menjalani larangan bertanding selama satu tahun akibat kasus doping, Garcia kembali dengan kemenangan atas Barrios sekaligus merebut gelar dunia pertamanya.
Kini, Ryan Garcia akan menjalani pertahanan gelar pertamanya melawan Conor Benn. Bagi petinju Inggris tersebut, kemenangan bukan hanya akan menghasilkan gelar dunia pertama dalam kariernya, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa dirinya mampu mengatasi salah satu petinju paling berbahaya di kelas welter.
Artikel Tag: WBC, kelas welter, Gervonta Davis, robert garcia, Ryan Garcia, conor benn
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/pelatih-tinju-top-ini-ungkap-cara-conor-benn-untuk-tundukkan-garcia
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini