Ryan Garcia Anggap Sugar Ray Leonard Lebih Layak Jadi Panutan
Ryan Garcia
Berita Tinju - Ryan Garcia mengungkapkan sosok yang ingin ia jadikan inspirasi dalam membangun karier tinju. Petinju Amerika Serikat itu menyebut Sugar Ray Leonard sebagai figur yang lebih ingin ia teladani dibandingkan Floyd Mayweather Jr.
Mayweather mengakhiri karier profesionalnya dengan rekor sempurna 50 kemenangan tanpa kekalahan. Meski telah pensiun, nama Mayweather kembali dikaitkan dengan kemungkinan kembali naik ring, termasuk pembicaraan mengenai duel ulang melawan Manny Pacquiao yang disebut berpotensi berlangsung pada 2027.
Namun, bagi Garcia, rekor 50,0 milik Mayweather bukan satu satunya ukuran untuk menilai kehebatan seorang petinju. Dalam wawancara dengan Club Shay Shay, Garcia menilai Mayweather terkadang terlalu berhati-hati dalam menentukan waktu menghadapi lawan tertentu.
“Saya lebih memilih menjadi Leonard daripada Floyd, dari hati saya,” kata Garcia.
Menurut Garcia, Mayweather tidak selalu menghindari lawan, tetapi memiliki strategi tersendiri dalam menentukan kapan sebuah pertarungan dianggap tepat untuk dilakukan.
“Dia melakukannya dengan sangat strategis. Bukan berarti dia menghindar, tetapi seperti mengatakan, ‘bukan sekarang, nanti saja.’ Dia melakukannya dengan lebih cerdas,” ujar Garcia.
Garcia kemudian menyebut sejumlah pertarungan yang menurutnya bisa saja terjadi lebih awal dalam karier Mayweather. Salah satunya adalah duel melawan Shane Mosley.
Ryan Garcia juga menyinggung Paul Williams, yang menurutnya berpeluang menghadapi Mayweather sebelum kecelakaan yang kemudian mengakhiri karier Williams. Selain itu, Garcia menilai pertarungan Mayweather melawan Pacquiao seharusnya bisa terlaksana lebih cepat.
“Menurut saya, ada beberapa momen ketika dia bisa memberikan pertarungan besar pada waktu yang tepat. Dia bisa menghadapi Shane Mosley lebih awal. Dia bahkan bisa melawan Paul Williams sebelum kecelakaan itu terjadi. Dia juga bisa menghadapi Pacquiao lebih cepat, dan semua orang tahu soal yang satu itu,” kata Garcia.
Untuk Oscar De La Hoya, Garcia mengakui bahwa keterlambatan pertarungan tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Mayweather. Namun, ia tetap menilai duel itu berlangsung ketika De La Hoya sudah melewati periode terbaik dalam kariernya.
Sementara itu, Sugar Ray Leonard memiliki warisan yang berbeda. Juara dunia lima kelas dan peraih medali emas Olimpiade tersebut pernah menghadapi sejumlah nama besar dalam sejarah tinju, termasuk Roberto Duran, Thomas Hearns, dan Marvin Hagler.
Garcia kini berusaha membangun warisannya sendiri. Setelah menghentikan Conor Benn pada akhir pekan lalu, ia diproyeksikan mengincar duel unifikasi melawan juara WBA kelas welter, Teofimo Lopez.
Pertarungan tersebut berpotensi menjadi langkah berikutnya bagi Ryan Garcia dalam ambisinya menguasai kelas welter sekaligus membuktikan bahwa ia bersedia menghadapi nama nama besar pada masa puncak karier mereka.
Artikel Tag: Floyd Mayweather Jr, Sugar Ray Leonard, Ryan Garcia
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/ryan-garcia-anggap-sugar-ray-leonard-lebih-layak-jadi-panutan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini