Seiya Tsutsumi Bidik Unifikasi Gelar Kelas Bantam dan Warisan Juara

Penulis: Hanif Rusli
Jumat 06 Mar 2026, 14:59 WIB - 132 views
Seiya Tsutsumi menerima penghargaan Round of the Year berkat ronde kesembilan dramatis saat menghadapi Daigo Higa. (Foto: Fight TV)

Seiya Tsutsumi menerima penghargaan Round of the Year berkat ronde kesembilan dramatis saat menghadapi Daigo Higa. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Juara dunia kelas bantam versi WBA, Seiya Tsutsumi, menjalani beberapa bulan terakhir yang sibuk sekaligus berkesan dalam kariernya.

Petinju asal Jepang itu tak hanya meraih kemenangan penting di atas ring, tetapi juga mendapat pengakuan atas performanya sepanjang tahun.

Pada 30 Januari lalu di New York, Tsutsumi hadir dalam ajang penghargaan The Ring Awards dan menerima penghargaan Round of the Year berkat ronde kesembilan dramatis saat menghadapi Daigo Higa.

Keduanya berbagi penghargaan tersebut setelah pertarungan sengit yang berakhir imbang 12 ronde pada Februari tahun lalu.

Tak berhenti di situ, Seiya Tsutsumi juga menyabet penghargaan Outstanding Performance dari Komisi Tinju Jepang dan Sportswriters Club di negaranya.

Petinju berusia 30 tahun itu kini menempati peringkat No. 1 kelas 118 pound versi The Ring.

Puncak performanya datang pada 17 Desember saat ia menundukkan legenda Filipina, Nonito Donaire, dalam duel sarat gengsi.

Meski meraih kemenangan, Tsutsumi mengakui laga tersebut tidak mudah.

“Merupakan kehormatan bisa berbagi ring dengan legenda dunia sejati,” ujar Tsutsumi kepada The Ring. “Tapi melihat posisi saya saat ini, saya sebenarnya ingin menang dengan lebih dominan.”

Dalam pertarungan itu, Donaire sempat menjatuhkan Tsutsumi di ronde keempat dan membuatnya berada dalam tekanan hebat.

Namun, petinju Jepang tersebut mampu bangkit dan mengendalikan laga di ronde-ronde akhir untuk memastikan kemenangan.

“Saya sudah memperkirakan akan ada momen terkena pukulan bersih. Saya siap dan tetap tenang. Hal terburuk yang bisa saya lakukan adalah panik,” katanya. “Ketenangan itu datang dari kerja keras setiap hari dalam latihan.”

Gaya bertarung Tsutsumi yang agresif dan penuh determinasi membuatnya hampir selalu terlibat dalam duel menarik.

Ia menilai hal itu karena dirinya terbiasa menghadapi lawan-lawan selevel atau bahkan lebih berbakat.

“Saya tipe petinju yang bisa mengalahkan mereka yang dianggap lebih kuat. Itu cara saya mendefinisikan diri,” ucapnya.

Di luar ring, Seiya Tsutsumi dikenal gemar memasak dan menyiapkan makanan sendiri selama masa latihan.

Ia juga memiliki ketertarikan pada fesyen, khususnya busana vintage Amerika dan koleksi langka.

Selanjutnya, Tsutsumi dijadwalkan menjalani pertahanan wajib melawan juara WBA “champion in recess”, Antonio Vargas.

Tanggal 11 April disebut-sebut sebagai salah satu opsi waktu pertarungan.

Namun ambisinya tak berhenti di sana. Tsutsumi secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menyatukan sabuk juara di divisinya.

Jika unifikasi sulit terwujud, ia tertarik menghadapi legenda Jepang, Kazuto Ioka.

Manajernya, Yuta Ishihara, meyakini Tsutsumi kini memasuki masa puncak karier.

“Kariernya bukan sesuatu yang diberikan, tapi diraih dengan kerja keras. Dia tak pernah mengambil jalan pintas,” ujar Ishihara. “Kemenangan atas Donaire mengangkat levelnya menjadi petinju yang lebih komplet.”

Dengan mental baja dan kemampuan teknis yang terus berkembang, Seiya Tsutsumi diyakini berpotensi membangun warisan besar di kelas bantam dan menjadi nama yang semakin diperhitungkan di panggung dunia.

Artikel Tag: Nonito Donaire, Seiya Tsutsumi

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/seiya-tsutsumi-bidik-unifikasi-gelar-kelas-bantam-dan-warisan-juara
132
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini