Dari Stadion ke Parlemen: Kasus Vinicius Junior Guncang Brasil
Vinicius Junior. (Foto: Jose Breton/Pics Action/NurPhoto)
Berita Liga Champions: Pelecehan rasis yang dilakukan oleh Gianluca Prestiani terhadap Vinicius Junior kini masuk ke dalam ranah politik di Brasil.
Insiden pelecehan rasis yang melibatkan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, dan gelandang Benfica, Gianluca Prestiani, terus menimbulkan gelombang reaksi yang meluas jauh di luar sepak bola Eropa. Apa yang bermula sebagai insiden yang terjadi di lapangan selama pertandingan Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica kini telah memicu gerakan politik di Brasil.
Menurut laporan dari AS, para pembuat undang-undang Brasil mempercepat upaya untuk menerapkan apa yang mereka sebut sebagai 'Hukum Vinicius', yaitu sebuah usulan nasional yang bertujuan untuk mengatasi pelecehan rasis di stadion di seluruh negeri. Rancangan undang-undang tersebut sebelumnya telah diajukan di Dewan Perwakilan Rakyat Brasil oleh Anggota Kongres Chico Alencar.
Namun, menyusul peristiwa baru-baru ini yang melibatkan Vinicius Junior dan Prestianni, Partai Sosialisme dan Kebebasan menuntut agar proses persetujuan dipercepat. Tujuan utama dari Hukum Vinicius adalah nol toleransi terhadap rasisme di dalam stadion.
Salah satu langkah utama yang diusulkan adalah mengizinkan wasit untuk segera menghentikan pertandingan jika dilaporkan adanya bentuk pelecehan rasis dalam bentuk apa pun. Ini akan menandai pergeseran tanggung jawab yang cukup besar di mana menempatkan kewenangan yang cukup besar di tangan wasit untuk menghentikan pertandingan daripada hanya bergantung pada investigasi pasca-pertandingan.
Selain penangguhan pertandingan, proposal tersebut mencakup kursus pelatihan wajib bagi para profesional yang terlibat dalam penyelenggaraan acara olahraga. Kampanye edukasi yang ditujukan kepada para penggemar juga akan diperkenalkan, bersamaan dengan pembuatan protokol yang terpadu dan efektif untuk mengidentifikasi dan menghukum para pelanggar.
Perlu dicatat bahwa langkah-langkah serupa sudah ada di beberapa negara bagian Brasil. Media tersebut menyebutkan bahwa wilayah seperti Rio de Janeiro dan Rio Grande do Sul telah memperkenalkan protokol lokal yang dirancang untuk memerangi perilaku rasis di acara olahraga.
Selain itu, Federasi Sepak Bola Brasil telah menyetujui peraturan internal yang dapat memberikan sanksi kepada klub yang terlibat dalam tindakan rasisme dengan pengurangan poin. Namun, para pembuat undang-undang percaya bahwa undang-undang nasional yang terpadu akan mengirimkan pesan yang lebih kuat.
Artikel Tag: liga champions, Real Madrid, Benfica, Vinicius Junior