Kanal

Presiden FIGC Kritik Kartu Merah Balogun: “Dasar Sepak Bola Terabaikan”

Penulis: Amalia Sihotang
06 Jul 2026, 17:03 WIB

Presiden FIGC Kritik Kartu Merah Balogun: “Dasar Sepak Bola Terabaikan” - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia:Giovanni Malago, Presiden FIGC yang baru terpilih, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan FIFA yang dianggapnya "absurd" dalam kasus penangguhan kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia.

Dalam sebuah pernyataan yang penuh emosi, Malago mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap langkah FIFA yang membatalkan sanksi kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Insiden ini terjadi setelah Balogun melakukan pelanggaran keras terhadap bek Sassuolo, Tarik Muharemovic, dalam pertandingan babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina.

Menurut Malago, keputusan tersebut memiliki "rasa politik yang jelas" dan mengancam dasar meritokrasi dalam sepak bola. Ia bahkan mengutip Pasal 27 yang memberikan wewenang eksklusif kepada FIFA untuk membuat keputusan semacam itu, yang tidak bisa diterapkan di liga-liga nasional. "Ini bisa jadi kiamat bagi sepak bola jika diterapkan secara luas," tegasnya.

Keputusan kontroversial itu kabarnya muncul setelah adanya percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Malago menilai bahwa langkah ini menciptakan preseden politik yang sangat berbahaya. "Ketika keputusan seperti ini diambil, fondasi sepak bola sebagai olahraga yang adil dan meritokratis menjadi terancam," tambahnya.

Malago, yang baru saja menggantikan Gabriele Gravina sebagai Presiden FIGC setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, berkomitmen untuk menjaga integritas dan keadilan dalam sepak bola. Italia sendiri tersingkir setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti di final play-off.

Dengan nada optimis, Malago berharap agar Piala Dunia tetap menjadi perayaan sepak bola dengan stadion penuh, tanpa mengesampingkan sisi hiburan dan bisnis. Namun, ia menekankan bahwa keputusan seperti ini harus diwaspadai agar esensi dan keadilan dalam olahraga ini tetap terjaga.

Artikel Tag: FIGC, Giovanni Malago, Folarin Balogun

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru