Francesco Bagnaia Terpuruk Lagi di Misano, Ducati Akui Belum Temukan Solusi
Francesco Bagnaia frustasi dengan penampilan buruknya di MotoGP San Marino 2026.
Berita MotoGP - Davide Tardozzi mengakui Ducati masih belum menemukan solusi untuk membantu Francesco Bagnaia keluar dari periode sulit yang dialaminya di MotoGP San Marino 2026. Hasil kualifikasi di Misano bahkan menjadi salah satu penampilan terburuk Bagnaia sepanjang kariernya di sirkuit tersebut.
Marc Marquez: Hadiah Manis dari Rival MotoGP
Francesco Bagnaia menjalani akhir pekan yang jauh dari harapan di MotoGP San Marino 2026. Pembalap Ducati itu hanya mampu menempati posisi ke-14 dalam kualifikasi dan gagal melaju ke Q2 setelah berada di urutan keempat pada Q1.
Hasil tersebut terasa semakin mengecewakan karena Misano merupakan salah satu sirkuit yang selama ini sangat bersahabat dengan Bagnaia. Pembalap asal Italia itu pernah meraih pole position di MotoGP San Marino pada 2021 dan 2024, serta kembali menjadi yang tercepat dalam kualifikasi MotoGP Emilia Romagna pada dua musim tersebut.
Situasi Bagnaia bahkan semakin sulit setelah dirinya hanya finis di posisi ke-13 dalam Sprint Race. Di saat yang sama, rekan-rekan sesama pengguna Ducati GP26 mampu tampil jauh lebih kompetitif.
Marc Marquez mengamankan posisi kedua, Fabio Di Giannantonio berada di urutan keempat, sedangkan Alex Marquez menempati posisi kesembilan. Marco Bezzecchi dari Aprilia bahkan memecahkan rekor lap Misano dengan catatan 1 menit 29,982 detik.
Bagi Tardozzi, hasil kualifikasi Bagnaia menjadi pukulan tersendiri. Terlebih, Misano selama ini dikenal sebagai salah satu trek favorit juara dunia MotoGP dua kali tersebut.
"Seperti yang sudah beberapa kali saya katakan, kami masih bekerja untuk menemukan sesuatu yang bisa mengembalikan feeling-nya. Namun, sejauh ini kami belum berhasil melakukannya," ujar Tardozzi kepada TNT Sports.
"Dia tidak berada di baris depan di Misano, itu sangat disayangkan. Dia selalu menjadi salah satu pembalap tercepat di sirkuit ini. Sebelumnya dia juga memegang rekor lap, sampai akhirnya Bezzecchi memecahkannya hari ini. Bagaimanapun, kami terus berusaha mencari solusi yang tepat."
Masalah Bagnaia sebenarnya sudah terlihat sejak sesi latihan Jumat. Valentino Rossi bahkan menilai Ducati kemungkinan belum menemukan pengaturan elektronik dan engine braking yang tepat untuknya.
Bagnaia sempat menunjukkan perbaikan dengan menjadi pembalap tercepat kedelapan pada sesi latihan terakhir sebelum kualifikasi. Namun, performa itu belum cukup untuk membawanya keluar dari Q1.
Kondisi tersebut membuat Bagnaia harus memulai balapan utama dari posisi ke-14. Ia juga datang ke MotoGP San Marino dengan tren buruk setelah gagal finis di Belanda, Inggris, dan Aragon, dengan hanya satu finis keenam di Jerman serta kemenangan Sprint di Brno dalam periode tersebut.
Ducati kini berharap bisa menemukan jalan keluar agar Bagnaia kembali mendapatkan kepercayaan diri dan feeling yang selama ini menjadi kekuatannya.
Artikel Tag: Ducati, Francesco Bagnaia, Davide Tardozzi