Ancaman Angin Topan Hantui Gelaran LPGA BMW Championship di Korea Selatan
LPGA BMW Championship 2026 berpotensi dilanda cuaca buruk akibat Topan Champi
Berita Golf - Ancaman cuaca buruk akibat pergerakan Topan Champi berpotensi mengganggu jalannya turnamen golf LPGABMW Championship di Pine Beach Golf Links, Haenam, Korea Selatan. Para pegolf papan atas dunia kini harus bersiap menghadapi tantangan angin kencang dan hujan deras sepanjang akhir pekan. Berdasarkan prakiraan cuaca resmi LPGA, potensi hujan deras pada Sabtu mencapai 80 persen, disusul ancaman badai petir pada Minggu dengan kecepatan angin mencapai 20 mil per jam. Posisi Pine Beach Golf Links yang berada di ujung paling selatan Korea Selatan dan berhadapan langsung dengan Pulau Jeju membuat lapangan ini sangat rentan terdampak badai kategori lima tersebut.
Pegolf peringkat tiga dunia asal Korea Selatan, Haeran Ryu, mengakui bahwa kondisi angin pesisir pantai selalu menjadi tantangan tersulit. Kendati demikian, pegolf yang telah mengantongi dua gelar juara Major pada musim ini mengaku optimistis berkat pengalamannya tampil di turnamen berangin seperti AIG Women's British Open.
"Saya berasal dari Provinsi Jeolla, tetapi saya tetap belum terbiasa dengan angin pesisir. Ini tahun keempat saya di tur, jadi saya punya lebih banyak pengalaman dibanding tahun pertama. Saya berharap bisa tampil lebih baik pekan ini," ujar Ryu.
Ajang bergengsi yang memperebutkan total hadiah 2,35 juta dolar AS ini diikuti oleh 84 pegolf tangguh. Selain Ryu yang menjadi pemain berperingkat tertinggi, LPGA BMW Championship juga dimeriahkan oleh 14 pegolf dari jajaran 25 besar dunia, termasuk juara bertahan Sei Young Kim, Hyo Joo Kim, serta bintang muda KLPGA Minsol Kim.
Artikel Tag: LPGA, hyo joo kim, women's british open, bmw championship, golf wanita, sei young kim, Haeran Ryu