Kanal

Laura McAllister Tegaskan UEFA Tetap Buru Penantang untuk Infantino

Penulis: Fery Andriyansyah
17 Sep 2026, 11:00 WIB

Laura McAllister sebut kampanye perubahan di FIFA tetap berjalan dan tak cuma angan-angan. (Foto: Omar Marques/Getty Images)

Berita Sepak Bola: Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, mengonfirmasi bahwa badan sepak bola Eropa tersebut tetap dalam jalur untuk menemukan calon penantang yang kredibel terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Mengutip laporan Reuters, McAllister menegaskan dalam World Football Summit di Madrid bahwa gerakan penolakan terhadap kepemimpinan Infantino tidak pernah meredup menjadi sekadar harapan hampa.

Laura McAllister menjelaskan bahwa sosok kandidat yang akan maju dalam Pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 tidak harus berasal dari benua Eropa. Namun, kriteria utamanya adalah sosok yang benar-benar mampu mengalahkan Infantino, menyatukan konfederasi sepak bola global, serta membawa reformasi tata kelola yang berkelanjutan.

Pihak UEFA menegaskan bahwa usaha yang sedang berlangsung bukan sekadar dorongan untuk menaruh figur asal Eropa sebagai pemimpin pemberontakan. Sebaliknya, upaya ini difokuskan pada penggalangan dukungan nyata bagi kandidat yang mengusung agenda dan program reformasi yang jelas.

"Saya kira tidak demikian," ujar McAllister ketika ditanya apakah kubu penentang Infantino telah terlalu berlebihan dalam menilai tingkat keretakan otoritas Presiden FIFA tersebut. "Kami selalu mengetahui sejak awal bahwa segala sesuatu tidak akan berubah begitu saja dalam semalam. Berpikir seperti itu tentu sangat naif. Kami sangat menyadari pasti akan ada perlawanan terhadap perubahan tersebut."

Laura McAllister menambahkan bahwa proses penggalangan kekuatan ini sedang dijalankan secara bertahap dan terstruktur. "Kami mengambil langkah demi langkah, baik dari segi hukum dalam konteks politik melalui kandidat alternatif, maupun dari segi program reformasi tata kelola yang memang sangat perlu kita wujudkan."

Tantangan terbesar bagi kepemimpinan Infantino mencuat pasca-kegagalan rencana penjualan 20 persen saham komersial turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta. Rencana tersebut menuai gelombang penolakan keras dari UEFA, AFC, hingga CONCACAF, serta berujung pada penarikan dukungan dari sejumlah federasi sepak bola Eropa, termasuk Yunani.

McAllister menekankan bahwa negara-negara anggota UEFA tetap bersatu rapat dan memiliki komitmen kuat untuk mengubah cara FIFA dijalankan. Menurutnya, perjuangan ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas ketimbang sekadar perlawanan terhadap satu sosok individu. "Ini dari awal selalu mengenai hal yang lebih besar daripada sekadar satu orang saja," lanjutnya mengenai tujuan pergerakan UEFA di tingkat global.

UEFA dilaporkan bergerak secara senyap di berbagai tingkatan dengan menempatkan platfom reformasi serta modernisasi sebagai prioritas utama melebihi latar belakang atau kewarganegaraan sang kandidat. "Ada banyak lini dalam setiap kampanye perubahan. Ada taktik yang harus Anda ikuti, tetapi saya merasa sangat yakin bahwa kita berada di jalur yang benar," tutur McAllister.

Ia optimistis dapat merangkul suara dari luar Eropa demi perubahan kepemimpinan di badan tertinggi sepak bola dunia tersebut. "Kami akan berusaha menemukan kandidat yang dapat menyatukan seluruh konfederasi, karena ini bukan hanya tentang UEFA; seluruh konfederasi merasakan kebutuhan mendesak akan perubahan. Kandidat tersebut nantinya akan berdiri di atas manifesto reformasi dan modernisasi."

Mengingat Infantino telah memastikan diri untuk kembali mencalonkan diri pada bursa pemilihan mendatang, McAllister mendesak pihak oposisi untuk menghadirkan lawan yang tidak sekadar menjadi penantang simbolis. "Jika Anda berada dalam posisi di mana incumbent dipastikan maju kembali, maka menjadi kewajiban bagi mereka yang menentangnya untuk menghadirkan kandidat yang tepat. Anda tidak bertarung dalam pemilihan kecuali Anda yakin bisa memenangkannya," pungkasnya.

Artikel Tag: UEFA, FIFA, Gianni Infantino

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru