Jack Miller Temukan Kelebihan Motor Yamaha yang Tak Ia Dapat di KTM
Jack Miller
Berita MotoGP: Jack Miller akhirnya menemukan aspek penting dari motor Yamaha MotoGP yang membuatnya kembali percaya diri setelah masa sulit bersama KTM. Hal ini juga dinilai krusial bagi Yamaha dalam fase pengembangan mesin V4 menuju musim 2026.
Jack Miller mengaku menemukan sesuatu yang fenomenal dari motor Yamaha MotoGP, sebuah sensasi yang tidak pernah ia dapatkan selama membela KTM. Pengakuan ini muncul di tengah tekanan besar yang ia hadapi untuk mempertahankan kariernya di kelas utama hingga melewati musim 2026.
Pebalap asal Australia itu menjelaskan bahwa Yamaha memiliki karakter pengereman dan pemanfaatan ban belakang yang lebih konsisten, terutama saat kondisi lintasan tidak ideal. Menurut Miller perbedaan paling terasa muncul ketika tim lain kesulitan memaksimalkan ban belakang tipe soft.
“Karena kami tidak terlalu bergantung pada ban belakang soft seperti yang lain, efeknya tidak terlalu terasa saat ban itu tidak dipakai,” ujar Miller.
Ia menambahkan, di KTM ia sering merasa kesulitan menghentikan motor. “Rasanya seperti rem dilepas, karena bagian belakang motor tidak membantu menghentikan laju motor.”
Musim 2025 menjadi salah satu periode tersulit dalam karier Miller. Ia hanya finis di posisi ke-17 klasemen akhir dengan 79 poin, catatan terburuknya sejak 2016. Namun di balik hasil yang tidak mencolok, perannya di balik layar justru sangat penting bagi Yamaha, khususnya dalam pengembangan mesin V4 yang akan digunakan penuh mulai 2026.
Yamaha memang memproyeksikan musim 2026 sebagai tahun pembelajaran, bukan target hasil instan. Fokus utama pabrikan asal Iwata itu adalah menyempurnakan konsep V4 menjelang perubahan regulasi besar pada 2027. Dalam konteks ini, pengalaman Miller yang pernah membela Honda, Ducati, KTM, dan kini Yamaha, menjadi aset berharga.
Jack Miller menilai Yamaha lebih kompetitif saat grip lintasan rendah atau ketika tim lain gagal memanfaatkan ban belakang lunak.
“Kalau motor ini berada di jendela kerja yang tepat, performanya benar-benar luar biasa,” kata Miller. Ia menekankan bahwa Yamaha cenderung lebih stabil dibanding rival yang performanya naik turun tergantung kondisi sirkuit.
Meski demikian tekanan tetap membayangi. Kontrak Miller akan berakhir pada akhir 2026, sementara Pramac dan Yamaha dikabarkan mulai melirik opsi lain seperti Enea Bastianini. Miller sadar ia harus tetap dekat dengan pebalap Yamaha lainnya dan konsisten meraih poin untuk mengamankan masa depannya.
Setelah nyaris kehilangan tempat di MotoGP usai periode sulit bersama KTM, Miller kini menemukan harmoni baru dengan Yamaha. Jika perkembangan motor V4 terus positif, temuan “fenomenal” ini bisa menjadi kunci bertahannya Miller di MotoGP era regulasi baru.
Artikel Tag: Jack Miller, yamaha