☰
Kanal
✕

Gully Powar Bidik Gelar Kelas Bulu Inggris Melawan Mantan Juara Zak Miller

Penulis: Hanif Rusli
07 Nov 2026, 15:28 WIB

Gully Powar (kanan) dan Zak Miller. (Foto: Fight TV)

Petinju Inggris Gully Powar berambisi merebut gelar kelas bulu Inggris saat menghadapi mantan juara Zak Miller dalam perebutan sabuk yang lowong pada 7 November di AO Arena, Manchester.

Pertarungan tersebut akan disiarkan DAZN dan menjadi bagian dari rangkaian laga tambahan sebelum duel utama antara Joshua Buatsi dan Willy Hutchinson II.

Gully Powar (13-1-1, 1 KO), petinju berusia 24 tahun asal Wolverhampton, mendapat kesempatan kembali memperebutkan gelar setelah bermain imbang mayoritas dengan Rhys Edwards pada April lalu.

Dalam pertarungan perebutan gelar kelas bulu Inggris tersebut, Powar tampil agresif dan memberikan tekanan sepanjang laga, tetapi harus puas dengan hasil imbang.

Meski gagal meraih kemenangan, penampilan itu meningkatkan kepercayaan dirinya.

Gully Powar menilai dirinya telah berkembang secara signifikan sejak pertarungan tersebut dan siap menunjukkan kemampuan yang lebih baik saat menghadapi Miller (17-1, 3 KO).

"Saya petarung yang percaya diri, selalu fokus, dan siap menunjukkan kemampuan saya. Seperti yang saya katakan dalam konferensi pers pertama sebelum pertarungan melawan Miller, nantikan sesuatu yang lebih baik," ujar Powar kepada The Ring.

Ia mengatakan langsung kembali berlatih sepekan setelah pertarungan melawan Edwards. Sejak saat itu, ia berfokus memperbaiki kemampuan dasar, teknik, serta berbagai aspek permainannya.

Dalam perjalanan kariernya, Powar dikenal tidak menghindari lawan-lawan tangguh.

Tahun lalu, ia mengikuti turnamen kelas bulu WBC Grand Prix yang digelar di Arab Saudi.

Saat sejumlah petinju lain menghadapi lawan pilihan, Powar justru berulang kali melakukan perjalanan ke negara tersebut untuk menghadapi prospek internasional.

Pada April 2025, ia mengalahkan petinju Amerika Serikat Japhethlee Llamido melalui keputusan angka.

Namun, langkahnya terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari petinju Meksiko Brandon Mosqueda, yang memiliki catatan kemenangan knockout 100 persen saat itu.

Powar menganggap pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran.

Ia menegaskan tidak terlalu mempersoalkan kekalahan maupun kemunduran karena yang terpenting adalah kemampuan bangkit dan menjadi lebih kuat.

Persaingan kelas bulu Inggris juga mengalami perubahan dalam setahun terakhir.

Nick Ball dijadwalkan menghadapi Anthony Cacace untuk gelar kelas 130 pon WBA pada 19 Desember, setelah kehilangan sabuk kelas bulu 126 pon dari Brandon Figueroa pada Februari.

Liam Davies dan Shabaz Masoud saat ini menjadi petinju terdepan di kelas tersebut. Pemenang duel Powar-Miller berpeluang menempati posisi tepat di belakang keduanya.

Powar sendiri tidak ingin berhenti setelah merebut gelar. Ia berambisi menghadapi sebanyak mungkin petinju terbaik dan menambah nama-nama penting dalam rekam jejak profesionalnya.

"Saya ingin menghadapi semua nama, satu demi satu. Saya ingin melawan yang terbaik. Saya orang yang selalu mengejar tantangan dan ingin bertarung dengan siapa pun," katanya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru