Skye Nicolson Bidik Pertarungan Besar dan Status Ikon Tinju Australia
Skye Nicolson akan mempertahankan gelar kelas 122 pon WBC melawan mantan juara dunia dua divisi, Miyo Yoshida, pada Sabtu (7/11). (Foto: Fight TV)
Skye Nicolson menargetkan sejumlah pertarungan besar pada 2027 demi memperkuat posisinya di kelas bantam super sekaligus membangun status sebagai salah satu ikon olahraga Australia.
Namun, sebelum mengejar ambisi tersebut, petinju kidal berusia 31 tahun itu harus terlebih dahulu mempertahankan gelar kelas 122 pon WBC melawan mantan juara dunia dua divisi, Miyo Yoshida, pada Sabtu (7/11).
Skye Nicolson (16-1, 3 KO) dan Yoshida (19-5) semula dijadwalkan bertarung pada 29 Agustus di Birmingham, Inggris.
Namun, cedera pergelangan tangan yang dialami Nicolson membuat pertandingan tersebut harus ditunda selama sembilan pekan.
Pertarungan kini dipindahkan ke College Park Center di Arlington, Texas, dan menjadi bagian dari rangkaian pertandingan yang disiarkan ESPN pada Minggu (8/11).
Ajang tersebut dipimpin duel perebutan gelar antara Alycia Baumgardner dan juara kelas ringan IBF, Elif Nur Turhan.
"Saya tentu frustrasi karena harus mundur akibat cedera. Situasi seperti itu belum pernah saya alami sebelumnya dan saya tidak ingin mengalaminya lagi. Namun, saya sudah siap sepenuhnya sekarang dan bahkan akan lebih baik dibandingkan jika bertarung pada Agustus," kata Nicolson kepada The Ring.
Dia menilai Yoshida merupakan petinju berpengalaman di level dunia yang memiliki gaya bertarung agresif dengan volume pukulan tinggi. Petinju asal Jepang tersebut juga tercatat sebagai juara dunia tiga kali di dua divisi berbeda.
Jika berhasil mempertahankan gelarnya, Skye Nicolson berpeluang mengejar sejumlah pertarungan bergengsi pada 2027.
Salah satu prioritas utamanya adalah pertandingan ulang melawan Tiara Brown, yang memberinya satu-satunya kekalahan dalam karier profesional melalui keputusan angka terbelah pada Maret 2025.
Selain Brown, Nicolson juga mengincar pertarungan melawan Ellie Scotney, Dina Thorslund, dan Amanda Serrano sebelum petinju Puerto Rico tersebut pensiun.
"Divisi 122 pon kini semakin terbuka dan pertarungan untuk menjadi juara tak terbantahkan bisa terwujud pada 2027. Banyak duel unifikasi yang memungkinkan untuk digelar. Namun, tinju juga merupakan bisnis. Ada beberapa pertarungan besar yang sudah saya kejar selama bertahun-tahun," ujarnya.
Nicolson mengaku masih ingin menghadapi Serrano meskipun kesempatan tersebut semakin sulit diwujudkan.
Dia juga menegaskan duel melawan Brown tetap menjadi prioritas pribadi, bergantung pada hasil pertandingan Brown melawan Scotney.
Dari sisi promosi, Nicolson mendapat dukungan gabungan Matchroom Boxing milik Eddie Hearn dan Most Valuable Promotions (MVP) milik Jake Paul. Kedua perusahaan mengumumkan kerja sama khusus untuk mendukung kariernya pada Juli.
Nicolson berharap kolaborasi tersebut membuka peluang menghadirkan pertarungan besar di Australia.
Dia ingin mengikuti jejak Katie Taylor, yang menjadi figur nasional dalam olahraga tinju di Irlandia.
"Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan membawa pertarungan besar kembali ke Australia. Itu akan selalu menjadi prioritas sepanjang sisa karier saya. Mudah-mudahan, kami bisa menggelar pertarungan yang menjadi bagian dari warisan karier saya di tanah Australia dan menjadikan saya figur nasional seperti Katie Taylor di Irlandia," kata Nicolson.
Artikel Tag: Katie Taylor, Skye Nicolson, Miyo Yoshida