☰
Kanal
✕

Ramla Ali Perjuangkan Film Biografi “In the Shadows” Selama Tujuh Tahun

Penulis: Hanif Rusli
07 Nov 2026, 16:30 WIB

Film “In the Shadows” mengisahkan perjalanan Ramla Ali bersama keluarganya meninggalkan Somalia akibat perang saudara yang dimulai pada 1988. (Foto: Instagram)

Ramla Ali menghabiskan tujuh tahun untuk mewujudkan film biografi tentang perjalanan hidupnya, “In the Shadows”.

Proses panjang tersebut tidak hanya melibatkan perjuangan mendapatkan pendanaan dan menyelesaikan produksi, tetapi juga mengharuskannya menghadapi kembali kenangan traumatis masa kecil sebagai pengungsi Somalia sebelum membangun karier sebagai petinju profesional.

Film yang dirilis di Inggris pada 30 Oktober 2026 itu mengisahkan perjalanan Ali bersama keluarganya meninggalkan Somalia akibat perang saudara yang dimulai pada 1988.

Mereka kemudian berpindah ke Kenya, Dubai, hingga akhirnya menetap di London. Di Inggris, Ali tumbuh di kawasan permukiman sosial di London Timur dan mulai mengenal tinju sekitar usia 12 tahun.

Perjalanan menuju layar lebar tidak berjalan mudah. Ali dan suaminya, Richard Moore, awalnya merencanakan sebuah film dokumenter bersama produser Madeleine Sanderson.

Namun, mereka kemudian memilih format film drama. Proyek tersebut sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 dan pemogokan industri perfilman Hollywood pada 2023.

Pada Juni 2023, aktris Letitia Wright sempat dipilih untuk memerankan Ali. Wright bahkan mengikuti latihan tinju beberapa kali dalam sepekan bersama Valerian Spicer, koordinator tinju film tersebut.

Ketertarikannya muncul setelah mendengarkan kisah Ali melalui podcast ESPN Daily dan kemudian membaca naskah filmnya.

Wright juga menunjukkan kedekatan dengan Ali ketika menemani petinju tersebut ke rumah sakit di New Orleans setelah mengalami kekalahan KO dari Julissa Alejandra Guzmán.

Itu merupakan kekalahan profesional pertama Ramla Ali, yang kemudian berhasil dibalasnya empat bulan berselang.

Namun, sekitar sebulan sebelum pengambilan gambar dimulai pada 2024, Wright mengundurkan diri.

Peran utama kemudian diberikan kepada Jasmine Jobson, aktris yang dikenal melalui serial Top Boy dan meraih penghargaan BAFTA sebagai aktris pendukung terbaik.

Jobson langsung menerima tawaran tersebut setelah membaca naskah. Dia kemudian bertemu Ali dan Moore untuk memahami kehidupan petinju itu secara langsung.

Keduanya segera merasa memiliki kedekatan setelah Jobson menceritakan pengalaman pribadinya, termasuk keputusan masuk panti asuhan pada usia 14 tahun.

Persiapan Jobson mencakup latihan intensif selama dua pekan bersama Spicer.

Selama produksi, Ali juga terlibat langsung sebagai pemeran pengganti untuk adegan tinju. Dia bahkan mengawasi setiap detail agar penggambaran kehidupannya tetap autentik.

Salah satu momen paling emosional terjadi pada September 2024 di Malindi, Kenya. Ali harus menyaksikan pengambilan gambar adegan kematian kakaknya akibat ledakan dalam perang saudara Somalia.

Meski masih bayi ketika peristiwa itu terjadi, adegan tersebut membuatnya menangis dan meninggalkan lokasi syuting untuk menenangkan diri.

"Jangan pernah menghindari masa lalumu," pesan ibunya sebelum pengambilan gambar. "Beranilah. Terima apa pun perasaan yang muncul, sekalipun menyakitkan dan membuatmu menangis."

Pengalaman tersebut menjadi titik penting bagi Ramla Ali dalam memahami dampak film terhadap kehidupannya.

Setelah produksi In the Shadows selesai, dia menyadari bahwa proses pembuatan film telah membangkitkan kembali minat Moore terhadap dunia perfilman.

Ali kemudian mengajaknya mewujudkan impian bersama setelah selama bertahun-tahun mereka lebih banyak berfokus pada perjalanan karier tinjunya.

Keduanya kemudian menulis naskah film layar lebar pertama mereka berjudul Not Like Us. Ali dan Moore bertindak sebagai sutradara bersama dalam proyek tersebut.

Proses produksinya berlangsung selama 15 hari dalam rentang tiga pekan di London Timur, melibatkan 17 lokasi, 76 adegan, sedikitnya 50 kru, dan sekitar 170 pemeran, termasuk pemeran tanpa dialog.

Ali mengaku pengalaman menggarap film tersebut jauh lebih berat daripada tantangan yang pernah dihadapinya dalam dunia tinju.

Dia harus bangun pukul 05.00 untuk berlari, kemudian menjalani pekerjaan di lokasi syuting mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 20.00.

"Sungguh seperti kejutan besar bagi saya. Saya belum pernah harus terus berkonsentrasi, berdiri, dan mengambil keputusan selama 12 jam dalam hidup saya," kata Ali.

Perjalanan tujuh tahun mewujudkan “In the Shadows” akhirnya membuka babak baru dalam kehidupan Ramla Ali.

Setelah membangun reputasi sebagai petinju, model, dan filantropis, dia kini mulai menapaki dunia perfilman bersama suaminya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru