Jermell Charlo Sebut Petinju Top Enggan Menghadapinya di Australia
Jermell Charlo akan menghadapi petinju tuan rumah Brock Jarvis dalam rangkaian partai tambahan atau undercard duel Tim Tszyu melawan Erislandy Lara. (Foto: Fight TV)
Jermell Charlo mengaku kesulitan mendapatkan lawan yang lebih tangguh untuk pertandingan comeback setelah tiga tahun tidak naik ring.
Mantan juara dunia sejati kelas welter super itu mengklaim sejumlah petinju papan atas di kelas 154 dan 160 pon mundur ketika ditawari bertarung dengannya pada 13 Desember di Robina, Australia.
Jermell Charlo akhirnya akan menghadapi petinju tuan rumah Brock Jarvis (23-2, 21 KO) dalam rangkaian partai tambahan atau undercard duel Tim Tszyu melawan Erislandy Lara di Cbus Super Stadium.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi petinju asal Houston, Amerika Serikat, itu untuk kembali membangun momentum setelah lama tidak bertanding.
Charlo (35-2-1, 19 KO), yang kini berusia 36 tahun, terakhir kali meraih kemenangan ketika mengalahkan Brian Castano melalui KO pada ronde ke-10 dalam pertarungan ulang mereka pada Mei 2022.
Hasil tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi juara tak terbantahkan kelas welter super.
Namun, dia belum kembali meraih kemenangan sejak saat itu. Penampilan terakhirnya terjadi pada September 2023 ketika naik dua kelas untuk menghadapi Canelo Alvarez dalam perebutan gelar kelas menengah super. Charlo kalah angka setelah menjalani 12 ronde.
Kini, Jermell Charlo menargetkan kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia, baik di kelas welter super maupun menengah, pada 2027.
Dia berharap pertarungan melawan Jarvis dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan ambisi tersebut.
"Saya sudah mendengar semua pembicaraan selama ini. Sekarang waktunya mengingatkan semua orang mengapa Jermell Charlo masih menjadi petinju yang patut diperhitungkan," kata Charlo dalam pernyataan resmi pengumuman pertandingan, Selasa.
"Saya menghargai Brock Jarvis yang bersedia menerima tantangan ini karena banyak petinju yang disebut-sebut sebagai petarung papan atas justru mundur. Mereka menggunakan nama saya untuk mendapatkan perhatian, tetapi memilih diam ketika harus menandatangani kontrak."
Jermell Charlo juga mengaku bersedia tampil sebagai partai tambahan di Australia karena sangat ingin kembali bertarung.
Dia menegaskan masih memiliki banyak hal untuk dibuktikan dan tidak ingin mengakhiri tahun tanpa memberikan pertandingan kepada para pendukungnya.
Selain itu, Charlo membuka peluang untuk kembali menghadapi Tszyu apabila petinju Australia tersebut berhasil merebut gelar kelas menengah WBA dari Lara dalam partai utama.
Keduanya sebelumnya dijadwalkan bertarung pada Januari 2023 untuk memperebutkan gelar dunia kelas welter super milik Charlo, tetapi pertandingan dibatalkan setelah Charlo mengalami dua patah tulang pada tangan kirinya saat berlatih pada Desember 2022.
Tszyu (28-3, 18 KO) kemudian memilih melanjutkan karier tanpa menunggu pemulihan Charlo. Dia mengalahkan Tony Harrison melalui TKO ronde kesembilan pada Maret 2023 untuk merebut gelar interim WBO.
Sementara itu, Jarvis yang berusia 28 tahun ingin membuktikan kemampuannya setelah dua kekalahan KO.
Dia sebelumnya dihentikan Liam Paro pada ronde pertama Oktober 2022 dan Keith Thurman melalui TKO ronde ketiga pada Maret 2025.
"Ini pertarungan yang saya tunggu sepanjang karier. Menghadapi mantan juara dunia tak terbantahkan di stadion, di kandang sendiri, merupakan kesempatan luar biasa. Charlo datang untuk menghidupkan kembali kariernya, sedangkan saya ingin menghancurkan rencana comeback tersebut," kata Jarvis.
Artikel Tag: Jermell Charlo, Tony Harrison, Brock Jarvis