Tyson Fury Siapkan Rencana Cadangan Jika Batal Lawan Anthony Joshua
Tyson Fury
Berita Tinju : Tyson Fury mengakui bahwa rencana pertarungannya melawan Anthony Joshua belum sepenuhnya aman. Meski kedua petinju Inggris tersebut diperkirakan akan bertemu setelah menjalani laga pemanasan masing masing, masih ada sejumlah faktor yang dapat menggagalkan duel akbar tersebut.
Joshua dijadwalkan menghadapi petinju Albania, Kristian Prenga, pada 25 Juli di Jeddah, Arab Saudi. Di atas kertas, mantan juara dunia itu lebih difavoritkan untuk meraih kemenangan, tetapi Fury menyadari bahwa kejutan selalu bisa terjadi dalam dunia tinju.
Di sisi lain, Fury juga dijadwalkan kembali naik ring pada Agustus mendatang dalam laga pemanasan sebelum kemungkinan menghadapi Joshua. Identitas lawan Fury masih belum diumumkan secara resmi, namun kemenangan menjadi syarat mutlak jika ia ingin menjaga peluang duel sesama bintang Inggris tersebut.
Karena itulah Fury mulai mempertimbangkan opsi lain apabila pertarungan melawan Joshua tidak terwujud. Salah satu nama yang kini masuk dalam perhitungannya adalah pemegang gelar interim WBC kelas berat, Agit Kabayel.
Menariknya, beberapa waktu lalu Fury sempat menyatakan tidak tertarik menghadapi Kabayel dengan alasan apa pun. Namun situasi kini berubah seiring ketidakpastian yang masih mengelilingi masa depan divisi kelas berat.
Tyson Fury juga memberikan pujian kepada Kabayel dan Joseph Parker, dua petinju yang menurutnya layak menjadi juara dunia di masa depan.
"Mereka berdua petinju hebat dan saya yakin bisa menjadi juara dunia kelas berat. Joseph sudah pernah merasakan gelar juara, sementara Kabayel terus menunjukkan kualitasnya," ujar Fury.
Meski sebelumnya enggan menghadapi Kabayel, Fury kini membuka pintu untuk pertarungan tersebut apabila kondisi memungkinkan. Ia bahkan menyebut duel itu bisa menjadi jalan menuju ambisinya meraih gelar juara dunia kelas berat untuk ketiga kalinya.
Menurut Fury, semuanya bergantung pada keputusan Oleksandr Usyk. Saat ini Usyk menghadapi kewajiban mempertahankan gelar WBC melawan Kabayel yang berstatus juara interim. Jika petinju Ukraina itu memilih melepas sabuk atau mengambil jalur lain, maka Kabayel berpotensi naik status menjadi juara penuh.
Dalam skenario tersebut, Fury siap menantang petinju Jerman berusia 33 tahun itu.
"Jika pertarungan Joshua tidak terjadi karena alasan apa pun dan Usyk tidak melawan Kabayel, maka saya akan menghadapi Kabayel. Itu kesempatan saya untuk menjadi juara dunia tiga kali dan saya akan senang melakukannya di Wembley," kata Fury.
Saat ini Tyson Fury berstatus penantang nomor satu WBC. Posisi tersebut membuatnya berada di garis depan untuk mendapatkan peluang perebutan gelar apabila terjadi perubahan pada peta persaingan kelas berat dalam beberapa bulan ke depan.
Artikel Tag: Tyson Fury, WBC, Anthony Joshua, Joseph Parker, Heavyweight, Agit Kabayel