Persib Kelola 6,5 Ton Sampah dari Laga Derby Kontra Persija
Petugas kebersihan melakukan pembersihan stadion Gelora Bandung Lautan Api
Berita Super League Indonesia: Laga Persib melawan Persija di pekan ke-17 lalu menyedot atensi Bobotoh. Besarnya minat kehadiran ke stadion pun menyebabkan jumlah sampah yang diproduksi begitu tinggi.
Laga kontra Persija yang digelar pada 11 Januari 2026 lalu dihadiri oleh sekitar 29 ribu penonton. Namun di balik riuhnya dukungan dari tribun penonton, ada rasa kepedulian, tanggung jawab dan kepedulian terhadap Stadion GBLA yang merupakan kandang Persib.
Pada laga melawan Persija tersebut, tercatat 6.571 kilogram atau lebih dari 6,5 ton sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola secara menyeluruh sepanjang pertandingan. Ini merupakan angka sampah tertinggi dari laga-laga yang digelar musim ini.
Seluruh proses pengelolaan sampah ini dilakukan melalui kolaborasi antara klub dan Jubelo sebagai mitra resmi pengelolaan waste management stadion. Pengelolaannya menggunakan pendekatan zero waste to landfill yang artinya tak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Jika diakumulasikan, sampah yang dikumpulkan dan dikelola dari sepuluh laga kandang musim ini bisa mencapai 33 ribu kilogram tanpa mengandalkan TPA. Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhi Pratama, menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kolaborasi dan rasa memiliki semua pihak.
"Lebih dari 33 ton sampah yang dikelola ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kesadaran Bobotoh, kerja keras petugas, dan kolaborasi dengan Jubelo yang memastikan pengelolaan sampah GBLA berjalan dengan prinsip zero waste to landfill. Rumah akan terasa nyaman jika semua penghuninya ikut menjaga," ujar Adhi Pratama ketika diwawancara, Sabtu (24/1).
Menurutnya cermin dari cara mendukung yang dewasa bukan hanya dinilai lewat chant dan sikap di tribun. Tapi juga dengan menjaga kebersihan sehingga suasana menyaksikan pertandingan jadi lebih nyaman.
"Ketika Bobotoh menjaga kebersihan dan fasilitas GBLA, di situlah rasa cinta kepada Persib terlihat nyata. Bukan hanya saat tim bertanding, tapi juga setelah peluit akhir berbunyi," kata Adhi Pratama melanjutkan.
Semua sampah yang terkumpul dipilah sejak awal dan dikelola secara bertanggung jawab. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, lalu sampah anorganik disalurkan ke mitra daur ulang.
Sementara material residu diproses lebih lanjut melalui sistem pengolahan lanjutan yang memastikan tidak ada pembuangan ke TPA. Seluruh rangkaian ini melibatkan puluhan petugas kebersihan dengan sistem kerja terukur supaya GBLA tetap tertib hingga laga berakhir.
Artikel Tag: Persib, Persija, Adhi Pratama, Super League
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/persib-kelola-65-ton-sampah-dari-laga-derby-kontra-persija
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini