Lewis Hamilton Diminta Ambil Langkah Tak Biasa Demi Bangkit Bersama Ferrari
Lewis Hamilton dan race engineernya, Riccardo Adami
Berita F1: Perjalanan Lewis Hamilton bersama Ferrari belum berjalan mulus. Pebalap tujuh kali juara dunia itu menghadapi berbagai tantangan sejak mengenakan seragam merah, mulai dari performa di lintasan hingga dinamika internal tim. Salah satu aspek yang paling disorot adalah hubungannya dengan race engineer Ferrari, Riccardo Adami.
Mantan pebalap Formula 1, Ralf Schumacher, menilai bahwa persoalan Hamilton di Ferrari bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga menyangkut chemistry di dalam garasi. Menurutnya, hubungan kerja yang kurang solid dengan engineer bisa menjadi kerugian besar bagi pebalap sekelas Hamilton.
“Hamilton dan engineer-nya, Riccardo Adami, terlihat belum benar-benar menyatu. Ini jelas menjadi kerugian besar bagi Lewis,” ujar Schumacher dalam pernyataannya kepada media Jerman.
Schumacher bahkan melontarkan saran yang terbilang tidak lazim. Ia menyebut Hamilton dan Adami sebaiknya menghabiskan waktu bersama di luar lintasan untuk membangun kedekatan dan pemahaman yang lebih baik.
“Saya justru berpikir mereka perlu liburan bersama,” katanya, setengah berseloroh namun dengan pesan yang cukup serius.
Sepanjang musim, komunikasi radio Hamilton dengan tim beberapa kali memperlihatkan ketegangan. Momen-momen tersebut memperkuat anggapan bahwa adaptasi Hamilton di Ferrari masih jauh dari ideal. Di tengah rumor bahwa Ferrari mempertimbangkan perubahan engineer untuk Hamilton, Schumacher menilai masalah ini tidak bisa dianggap sepele.
Selain faktor hubungan kerja, Schumacher juga menyoroti sisi teknis yang memengaruhi performa Hamilton. Ia menilai gaya mengemudi Hamilton berbeda cukup signifikan dibanding rekan setimnya, Charles Leclerc. Perbedaan ini menjadi semakin penting menjelang perubahan regulasi besar Formula 1.
“Mobil ke depan akan terasa lebih sensitif. Leclerc mampu menghadapi karakter seperti itu, sementara Hamilton membutuhkan bagian belakang mobil yang lebih stabil,” jelas Schumacher.
Tak hanya itu, Schumacher juga mengkritik cara Lewis Hamilton merespons kesulitan secara terbuka. Menurutnya, reaksi Hamilton di ruang publik justru memperlihatkan frustrasi yang berlebihan.
“Yang paling mengecewakan adalah bagaimana dia menyikapi masalahnya. Komentarnya terkesan menyerang ke banyak arah, lalu muncul sikap pasrah. Dari pebalap dengan rekam jejak seperti dia, seharusnya ada pendekatan yang lebih matang,” ujarnya.
Dengan reputasi dan pengalaman yang dimiliki Hamilton, tekanan untuk segera bangkit di Ferrari semakin besar. Apakah solusi ada pada perubahan teknis, perbaikan hubungan internal, atau keduanya, akan menjadi kunci kelanjutan kiprahnya bersama tim asal Maranello tersebut.
Artikel Tag: Lewis Hamilton, Ferrari, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/lewis-hamilton-diminta-ambil-langkah-tak-biasa-demi-bangkit-bersama-ferrari
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini