Aturan Tekanan Ban MotoGP Bikin Ribet, Jorge Martin dan Marquez Jadi Korban

Penulis: Abdi Ardiansyah
Sabtu 17 Okt 2026, 19:30 WIB - 235 views
Marc Marquez dan Jorge Martin terdampak aturan tekanan ban di MotoGP Indonesia.

Marc Marquez dan Jorge Martin terdampak aturan tekanan ban di MotoGP Indonesia.

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP - Neil Hodgson menilai aturan tekanan ban membuat MotoGP semakin sulit dipromosikan kepada penggemar baru. Kritik itu muncul setelah Jorge Martin dan Marc Marquez terdampak regulasi tersebut dalam rangkaian MotoGP Indonesia.

Dalam balapan di Sirkuit Mandalika, Jorge Martin dan Marc Marquez termasuk pembalap yang terdampak ketika tekanan ban depan mereka turun di bawah batas minimum yang ditetapkan. Situasi itu membuat para pembalap harus mengurangi kecepatan dan membiarkan rival mendahului demi menjaga tekanan ban tetap sesuai ketentuan.

Martin bahkan harus mengendurkan kecepatannya ketika sedang memimpin Sprint dengan keunggulan sekitar 1,7 detik. Bagi Hodgson situasi seperti itu mengurangi daya tarik persaingan di lintasan.

Berbicara melalui podcast Gas It Out, Hodgson mengatakan bahwa perubahan jadwal akhir pekan MotoGP untuk musim depan bukanlah persoalan utama baginya. Ia justru lebih mempermasalahkan aturan tekanan ban yang dinilai mengganggu jalannya balapan.

“Semua orang yang terlibat dalam balap motor tidak ingin melihat pembalap yang sedang memimpin dengan keunggulan 1,7 detik, seperti Jorge Martin di Sprint, harus mengurangi kecepatan dan membiarkan pembalap lain lewat. Ini benar-benar tidak masuk akal,” ujar Hodgson.

Ia juga mengakui bahwa pekerjaannya sebagai komentator TNT membuatnya harus terus mempromosikan MotoGP kepada orang lain. Namun menurutnya regulasi tersebut justru menyulitkan upaya itu.

Hodgson berharap persoalan ini berakhir ketika Pirelli mengambil alih peran pemasok ban MotoGP 2027, menggantikan Michelin. Meski demikian, sistem pemantauan tekanan ban dipastikan tetap dipertahankan untuk musim depan.

Di sisi lain direktur olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa aturan itu diterapkan demi keselamatan. Tekanan ban yang terlalu rendah memang dapat memberikan keuntungan performa, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko.

Menurut Ezpeleta, regulasi tersebut didukung Michelin dan para pabrikan untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan persaingan berlangsung secara adil. Perdebatan pun masih berlanjut mengenai bagaimana aturan itu dapat diterapkan tanpa terlalu memengaruhi jalannya balapan.

Artikel Tag: Marc Marquez, Jorge Martin, Neil Hodgson, MotoGP 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/aturan-tekanan-ban-motogp-bikin-ribet-jorge-martin-dan-marquez-jadi-korban
235
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini