Ducati Pernah Ancam Marquez, Terima Kursi Tim Satelit Atau Tak Sama Sekali!
Marc Marquez saat masih memperkuat Gresini Racing Ducati
Berita MotoGP: Marc Marquez nyaris gagal bergabung dengan Ducati sebelum musim MotoGP 2025. Kini bos Pramac mengungkap bagaimana sang juara dunia MotoGP 2025 itu justru membalikkan keadaan dan memaksa Ducati mengubah rencana.
Kepindahan Marc Marquez ke tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2025 ternyata tidak semulus yang selama ini dibayangkan publik. Di balik dominasi sang juara dunia bersama Desmosedici, tersimpan kisah tarik-ulur yang nyaris membuat transfer tersebut batal total.
Hal itu diungkap langsung oleh bos Pramac Racing, Paolo Campinoti. Dalam wawancaranya dengan media Italia Moto.it saat peluncuran tim Pramac MotoGP 2026, Campinoti membeberkan bahwa Ducati sempat mengultimatum sang juara bertahan itu mau tak mau harus menerima kursi di tim satelit Pramac. Jika menolak, Ducati disebut siap menutup pintu sepenuhnya.
“Itu sangat mungkin terjadi. Marc menolak, dan Ducati awalnya mengatakan bahwa jika dia tidak menerima, maka Jorge Martin tetap akan naik ke tim pabrikan dan Marc keluar dari rencana,” ujar Campinoti.
Namun situasi berubah drastis. Menurut Campinoti, kesepakatan yang sebelumnya disampaikan Ducati tidak sepenuhnya ditepati. Perubahan arah tersebut memicu kekecewaan mendalam di pihak Jorge Martin, yang merasa keputusan itu lebih bersifat personal ketimbang profesional.
“Yang dikatakan di Barcelona akhirnya tidak dihormati. Martin mengambil keputusan cepat untuk menandatangani kontrak dengan Aprilia karena ada luka secara manusiawi, bukan hanya profesional,” lanjutnya.
Langkah Martin hengkang ke Aprilia memang sudah diketahui publik, tetapi pengakuan Campinoti membuka tabir bahwa Ducati sejatinya mundur dari komitmen awal mereka. Di sisi lain, Marquez justru memanfaatkan situasi tersebut dengan tenang. Ia menolak opsi Pramac, menunggu, dan akhirnya memaksa Ducati mengubah sikap.
Ketertarikan Luigi Dall’Igna kepada rider asal Spanyol itu juga bukan rahasia. Sepanjang musim 2025, perhatian Ducati terhadap pembalap asal Spanyol itu kerap disorot dan bahkan dinilai berkontribusi pada sulitnya Francesco Bagnaia menemukan performa terbaiknya.
Campinoti juga menyinggung pernyataannya di masa lalu yang sempat menuai kontroversi, ketika ia menyebut Pramac tidak membutuhkan Marquez untuk sukses. Ia menegaskan pernyataan itu tidak dimaksudkan meremehkan sang juara dunia.
“Tentu bodoh jika mengatakan tidak ingin Marc Marquez. Dia pembalap terbaik. Tapi faktanya, kami juara dunia tanpa dia, juara tim tanpa dia. Maksud saya hanya satu, kami tidak merasa inferior,” tegas Campinoti.
Kisah ini memperlihatkan sisi lain dunia MotoGP, bahwa di balik hasil di lintasan, keputusan besar sering kali ditentukan oleh keberanian pembalap membaca situasi dan berani mengambil risiko. Dalam kasus ini, Marc Marquez terbukti berhasil memanggil gertakan Ducati dan keluar sebagai pemenang.
Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, Gresini Racing
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/ducati-pernah-ancam-marquez-terima-kursi-tim-satelit-atau-tak-sama-sekali
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini