Yamaha Dikritik Karena Tak Manfaatkan Celah Aturan MotoGP 2027
Fabio Quartararo, Yamaha
Berita MotoGP: Yamaha mendapat kritik karena dinilai gagal memanfaatkan celah regulasi MotoGP yang bisa memberi mereka keunggulan besar jelang era 850cc pada 2027.
Yamaha tengah berada di persimpangan penting dalam proyek MotoGP mereka menjelang perubahan besar regulasi pada 2027. Pabrikan asal Jepang itu memutuskan untuk memperkenalkan mesin V4 pada musim 2026, sekaligus mengembangkan mesin 850cc untuk regulasi baru. Namun, keputusan tersebut dinilai sebagian pengamat sebagai peluang yang terlewat.
Selama era MotoGP modern, Yamaha bertahan dengan konfigurasi inline-four karena keunggulan karakter menikung. Namun dalam beberapa musim terakhir, kekurangan tenaga di lintasan lurus membuat para pebalapnya kerap kalah dari rival bermesin V4. Hal inilah yang akhirnya mendorong tim ini untuk beralih ke V4, langkah yang juga dianggap mutlak untuk menyambut regulasi 850cc.
MotoGP akan mengalami perombakan besar pada 2027. Kapasitas mesin diturunkan dari 1.000cc menjadi 850cc, perangkat aerodinamika dipangkas, dan ride height device dihapus. Semua pabrikan saat ini mengembangkan motor baru secara paralel, termasuk skuad yang bermarkas di Iwata ini.
Namun jurnalis MotoGP ternama Mat Oxley menilai tim ini seharusnya mengambil pendekatan yang lebih radikal. Menurutnya tim pabrikan ini bisa saja “mengorbankan” musim 2026 dengan langsung menggunakan mesin 850cc, karena tidak ada aturan yang melarang penggunaan mesin berkapasitas lebih kecil.
“KTM sudah menguji motor 850cc mereka di sirkuit. Yamaha justru menghadapi tantangan lebih besar karena harus mengembangkan V4 1.000cc sekaligus 850cc,” ujar Oxley.
“Kenapa mereka tidak mencuri start dan langsung balapan dengan mesin 850cc? Itu bisa membuat mereka beberapa langkah lebih maju saat era baru dimulai.”
Oxley menegaskan bahwa meskipun ada kesepakatan tidak tertulis antar pabrikan untuk tidak balapan dengan motor 850cc sebelum 2027, tidak ada larangan resmi dari regulasi.
Namun gagasan tersebut langsung ditepis oleh manajemen. Managing Director Yamaha MotoGP, Paolo Pavesio, menilai pendekatan tersebut tidak bisa diterima bagi pabrikan.
“Sebagai Yamaha, kami tidak bisa menerima balapan dengan kapasitas mesin 150cc lebih kecil dan tanpa ride-height device,” kata Pavesio.
“Apa yang kami pelajari dari pengembangan V4 1.000cc di 2026 akan menjadi fondasi langsung bagi mesin 850cc di 2027.”
Pavesio menambahkan bahwa pengembangan mesin 1.000cc V4 akan terus berlangsung sepanjang musim 2026, dari spesifikasi awal hingga versi yang dipakai di seri pembuka Thailand.
Dengan keputusan ini, tim ini memilih jalur konservatif namun sistematis. Apakah strategi tersebut akan membuahkan hasil atau justru membuat mereka tertinggal di era baru MotoGP, jawabannya baru akan terlihat ketika regulasi 2027 benar-benar diterapkan.
Artikel Tag: yamaha, MotoGP 2027
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/yamaha-dikritik-karena-tak-manfaatkan-celah-aturan-motogp-2027
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini