Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Jadi Panggung Atlet Lintas Usia

Penulis: Hanif Rusli
Kamis 24 Sep 2026, 19:54 WIB - 102 views
Di cabang senam, Oksana Chusovitina juga menunjukkan ketahanan karier yang luar biasa, mengikuti Asian Games ketujuh sejak debut di Hiroshima 1994. (Foto: Xinhua)

Di cabang senam, Oksana Chusovitina juga menunjukkan ketahanan karier yang luar biasa, mengikuti Asian Games ketujuh sejak debut di Hiroshima 1994. (Foto: Xinhua)

Ligaolahraga.com -

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memperlihatkan bagaimana atlet dari berbagai generasi tetap mampu mengejar prestasi, dari Nasser Al-Attiyah yang berusia 55 tahun hingga perenang China Yu Zidi yang baru 13 tahun.

Al-Attiyah menjadi salah satu contoh paling menonjol. Delapan bulan setelah meraih gelar Dakar Rally keenam, atlet Qatar itu kembali naik podium dengan membantu negaranya merebut emas skeet beregu putra.

Medali tersebut menjadi emas Asian Games ketiganya dan medali keenamnya dalam sembilan edisi selama 32 tahun.

“Memulai dari Asian Games Hiroshima dan kembali ke sini, lalu hari ini tim kami memenangkan dua medali emas, benar-benar luar biasa,” kata Al-Attiyah.

Di cabang senam, Oksana Chusovitina juga menunjukkan ketahanan karier yang luar biasa.

Atlet Uzbekistan berusia 51 tahun itu mengikuti Asian Games ketujuh sejak debut di Hiroshima 1994. Di Aichi-Nagoya, ia lolos ke final vault dengan menempati posisi keempat pada kualifikasi dengan skor 13,266.

Perjalanan Chusovitina tidak hanya tentang medali. Pada 2002, putranya, Alisher, didiagnosis leukemia saat berusia tiga tahun.

Senam menjadi jalan baginya untuk mendapatkan hadiah uang dan dukungan yang dibutuhkan selama masa pengobatan.

Putranya kemudian pulih, tetapi Chusovitina tetap melanjutkan karier. Ia tampil di Olimpiade Tokyo 2020 pada usia 46 tahun dan kembali berkompetisi setelah absen di Paris 2024 karena cedera.

Pada usia 50 tahun, ia bahkan meraih emas Piala Dunia di Baku.

Ketika ditanya kapan akan pensiun di Nagoya, Chusovitina menjawab sambil tersenyum, “Apa, kalian sudah tidak ingin melihat saya lagi?” Ia masih membidik Los Angeles 2028 dan tidak menutup kemungkinan tampil di Olimpiade kesembilan.

Nosheen Aslam menghadirkan kisah serupa dari tenis meja. Pemain Pakistan berusia 55 tahun itu menjadi peserta tertua dalam nomor beregu putri dan bermain bersama Aleena Khan yang baru berusia 15 tahun.

Nosheen baru menekuni tenis meja 12 tahun lalu ketika sudah menjadi ibu tiga anak. Ia sering berlatih pada malam hari setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan pekerjaannya.

“Setiap kali bermain, saya merasa bahagia dan melupakan kekhawatiran hidup. Usia hanyalah angka,” katanya.

Hasil pertandingan tidak sesuai harapan, tetapi Nosheen sudah menatap South Asian Games tahun depan. “Mungkin saya bisa bermain dua atau tiga tahun lagi,” ujarnya.

China juga memiliki representasi dari dua ujung generasi.

Shooter Wan Antao yang berusia 41 tahun menjadi anggota tertua dari 815 atlet China, yang rata-rata berusia 24 tahun. Di sisi lain, skateboarder Cao Shiqi baru berusia 12 tahun.

Cao mulai bermain skateboard secara tidak sengaja di pusat perbelanjaan ketika berusia empat tahun. Tahun ini ia memenangkan gelar junior Kejuaraan Skateboard Asia dan kejuaraan nasional.

Di kolam renang, Yu Zidi menjadi salah satu atlet termuda yang paling menonjol.

Pada usia 13 tahun, ia telah memenangkan tiga emas, termasuk 200 meter gaya kupu-kupu dan 400 meter gaya ganti perorangan, serta memecahkan rekor Asian Games.

“Saya hanya anak seusia saya,” demikian gambaran Yu tentang dirinya di luar kolam. Namun, saat berlatih, ia menunjukkan mentalitas berbeda. “Ketika saya merasa tidak sanggup bertahan, saya tetap harus terus melaju.”

Dari Al-Attiyah dan Chusovitina hingga Nosheen, Cao, dan Yu, Asian Games Nagoya memperlihatkan bahwa olahraga prestasi tidak mengenal satu kelompok usia.

Yang menyatukan mereka adalah kemauan untuk terus berkompetisi dan tidak membiarkan usia menentukan kapan perjalanan mereka harus berakhir.

Artikel Tag: Asian Games, Nasser Al-Attiyah, Oksana Chusovitina

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/asian-games-aichi-nagoya-2026-jadi-panggung-atlet-lintas-usia
102
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini