Ilia Malinin Terima Penghargaan Fair Play Olimpiade Musim Dingin 2026
Ilia Malinin (kanan) memberikan selamat kepada atlet Kazakhstan, Mikhail Shaidorov, yang merebut medali emas. (Foto: AP)
Atlet seluncur indah Amerika Serikat, Ilia Malinin, menerima penghargaan fair play Olimpiade Milan-Cortina pada Kamis (5/3).
Ia menunjukkan sportivitas tinggi meski gagal meraih medali dalam kompetisi seluncur indah putra di Olimpiade Musim Dingin 2026.
Ilia Malinin, yang datang sebagai favorit peraih medali emas, mengalami salah satu kejutan terbesar dalam sejarah seluncur indah ketika tampil di nomor free skate.
Atlet berusia 21 tahun itu terjatuh dua kali dan melakukan sejumlah kesalahan besar lainnya, sehingga harus puas finis di posisi kedelapan.
Situasi tersebut membuka jalan bagi atlet Kazakhstan, Mikhail Shaidorov, untuk merebut medali emas.
Shaidorov sebelumnya hanya berada di posisi kelima setelah program pendek yang saat itu dipimpin oleh Malinin.
Setelah kompetisi, Malinin mengungkapkan bahwa tekanan menjelang pertandingan sangat besar.
Ia juga menyebutkan bahwa komentar negatif yang diterimanya di media sosial membuat situasi semakin sulit baginya.
Meski mengalami kekecewaan besar karena turun dari kandidat kuat peraih emas menjadi finis di luar podium, Malinin tetap menunjukkan sikap sportif.
Ia menghampiri Shaidorov untuk memberikan ucapan selamat dan memeluknya secara hangat setelah kemenangan tersebut.
Dalam wawancara dengan International Olympic Committee, Malinin mengatakan bahwa tindakannya tersebut tidak berkaitan dengan hasil pertandingan.
“Memberi selamat kepada Mikhail bukan tentang hasilnya. Itu tentang perjalanan yang kami jalani bersama sebagai atlet,” kata Malinin.
Ia menambahkan bahwa respons positif dari para penggemar di seluruh dunia terhadap momen tersebut memiliki arti besar baginya.
“Mengetahui bahwa para penggemar di seluruh dunia merasakan momen itu berarti lebih bagi saya daripada medali apa pun,” ujarnya.
Tindakan Ilia Malinin kemudian masuk dalam daftar finalis penghargaan fair play yang dipilih oleh International Fair Play Committee bekerja sama dengan IOC.
Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi sikap sportivitas, integritas, dan solidaritas yang ditunjukkan para atlet selama Olimpiade.
Setelah enam kandidat diumumkan, pemenang penghargaan ditentukan melalui pemungutan suara publik.
Ilia Malinin akhirnya terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut berkat dukungan luas dari para penggemar olahraga.
Penghargaan Fair Play pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade Musim Dingin 1964 di Innsbruck.
Saat itu, atlet bobsled Italia, Eugenio Monti, menjadi penerima pertama setelah meminjamkan baut gandar kepada pasangan Inggris, Tony Nash dan Robin Dixon.
Bantuan tersebut memungkinkan tim Inggris memperbaiki kerusakan pada kereta mereka dan akhirnya meraih medali emas, sementara Monti sendiri meraih perunggu.
Malinin mengaku merasa sangat terhormat menerima penghargaan tersebut, terutama karena sejarah panjang yang melekat pada penghargaan fair play dalam tradisi Olimpiade.
“Saya sangat rendah hati menerima penghargaan ini, terlebih dengan warisan luar biasa yang ditinggalkan Eugenio Monti di Italia,” kata Malinin.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas sikap sportivitas Ilia Malinin yang tetap menunjukkan penghormatan kepada sesama atlet, bahkan di tengah kekecewaan pribadi setelah hasil yang jauh dari harapannya.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ilia-malinin-terima-penghargaan-fair-play-olimpiade-musim-dingin-2026
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini