Juara Halfpipe Olimpiade Ayumu Hirano Tetap Masuk Tim Jepang Meski Cedera
Ayumu Hirano baru saja mengalami cedera serius akibat kecelakaan saat bertanding di Swiss akhir pekan lalu. (Foto: AP)
Juara Olimpiade nomor halfpipe, Ayumu Hirano, resmi masuk dalam skuad Jepang untuk Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026.
Padahal ia baru saja mengalami cedera serius akibat kecelakaan saat bertanding di Swiss akhir pekan lalu.
Keputusan ini diumumkan oleh Federasi Ski dan Snowboard Jepang pada Selasa (20/1) lalu, yang tetap mencantumkan nama Hirano dalam daftar atlet pilihan mereka.
Atlet berusia 27 tahun itu diketahui mengalami beberapa patah tulang di wajah serta memar cukup parah setelah insiden di ajang Laax Open.
Federasi menyatakan bahwa Ayumu Hirano akan kembali berlatih setelah rasa sakit dan pembengkakan di wajahnya mereda.
Meski belum ada kepastian kapan ia bisa kembali berlatih penuh, Jepang tetap menaruh kepercayaan besar pada sang juara bertahan.
Kondisi Hirano juga mendapat perhatian luas setelah sang adik, Kaishu Hirano, mengunggah foto Ayumu di media sosial.
Dalam foto tersebut, Ayumu Hirano terlihat menggunakan kruk dengan wajah penuh luka.
Kaishu menyertai unggahan itu dengan pesan emosional, “Hatiku sakit melihatmu seperti ini. Kamu akan kembali lebih kuat bersamaku. Aku bersyukur kamu masih hidup.”
Unggahan tersebut langsung menuai simpati dari para penggemar olahraga musim dingin di seluruh dunia.
Insiden yang menimpa Hirano terjadi pada run pertama final Laax Open. Ia menghantam dinding halfpipe dengan keras hingga papan snowboarding miliknya patah.
Wajah dan mulutnya terlihat berdarah, dan menurut laporan Olympics.com, Hirano meninggalkan area gunung dengan keluhan rasa sakit hebat di bagian tubuh bawah.
Cedera ini tergolong jauh lebih serius dibandingkan yang dialami sejumlah atlet elite lainnya menjelang Olimpiade.
Cedera Hirano membuat situasi di nomor halfpipe putra dan putri menjadi penuh tanda tanya.
Sebelumnya, juara Olimpiade halfpipe putri Chloe Kim juga mengalami cedera bahu akibat kecelakaan latihan awal bulan ini.
Kim menyatakan tetap akan tampil di Milan Cortina, meski mengakui persiapannya tidak ideal karena keterbatasan waktu latihan.
Namun, tingkat keparahan cedera Hirano dinilai jauh lebih mengkhawatirkan.
Dalam lima tahun terakhir, risiko cedera di nomor halfpipe meningkat seiring semakin populernya trik triple cork.
Trik inilah yang mengantar Hirano meraih emas Olimpiade pada edisi terakhir, setelah sebelumnya dua kali harus puas dengan medali perak.
Kini, hampir semua kandidat juara mencoba melakukan triple cork setidaknya sekali dalam satu run, meningkatkan tingkat kesulitan sekaligus bahaya.
Sejarah mencatat bahwa persaingan halfpipe kerap diwarnai kecelakaan serius. Shaun White mengalahkan Hirano pada Olimpiade 2018, edisi terakhir sebelum triple cork menjadi standar.
Sementara itu, Iouri “iPod” Podladtchikov, yang mengalahkan Hirano pada 2014, gagal mempertahankan gelarnya setelah mengalami kecelakaan mengerikan di Winter X Games 2018.
Bahkan White sendiri pernah mengalami kecelakaan parah sebelum Olimpiade 2018, hingga harus dievakuasi dengan helikopter dan menerima puluhan jahitan di wajahnya.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju Milan Cortina, partisipasi Ayumu Hirano menjadi simbol ketangguhan sekaligus risiko ekstrem yang melekat pada olahraga halfpipe tingkat dunia.
Artikel Tag: jepang, olimpiade
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/juara-halfpipe-olimpiade-ayumu-hirano-tetap-masuk-tim-jepang-meski-cedera
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini