OCA Bantah Esports Dicoret dari Program Asian Games Usai Aichi-Nagoya 2026
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang sedang berlangsung, kompetisi esports mempertandingkan 11 nomor. (Foto: AP)
Dewan Olimpiade Asia (OCA) membantah laporan yang beredar di dunia maya mengenai esports yang disebut akan dikeluarkan dari program Asian Games setelah penyelenggaraan Aichi-Nagoya 2026.
Direktur Jenderal OCA Husain Al Musallam menegaskan esports akan tetap menjadi bagian dari Asian Games. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (28/9), sekaligus menegaskan dukungan OCA terhadap perkembangan esports di Asia.
OCA menyatakan tidak pernah membuat atau mengeluarkan pengumuman mengenai pencoretan esports dari Asian Games.
Laporan bertajuk “Esports mundur dari Asian Games” yang beredar secara daring disebut tidak sesuai dengan pengaturan kerja OCA.
“Popularitas esports di Asia menjadi salah satu pertimbangan utama OCA dalam menentukan pengaturan tersebut,” kata Al Musallam.
Pernyataan itu merujuk pada keputusan OCA memberikan hak tuan rumah kepada Kuwait untuk menggelar Asian Esports and Mind Sports Games pertama pada 2027.
OCA menandatangani kontrak tuan rumah dengan Kuwait pada 19 September 2026.
Menurut Al Musallam, pembentukan Asian Esports and Mind Sports Games bertujuan menyediakan lebih banyak platform bagi atlet Asia untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Penyelenggaraan ajang tersebut, kata dia, tidak akan mengurangi status esports dalam sistem Asian Games.
“OCA akan terus mendukung perkembangan esports di Asia dan selanjutnya meningkatkan promosi serta publikasi esports dalam berbagai ajang olahraga lainnya,” ujar Al Musallam.
Esports pertama kali tampil di Asian Games sebagai cabang demonstrasi pada edisi 2018 di Jakarta dan Palembang.
Empat tahun kemudian, esports menjadi cabang resmi perebutan medali pada Asian Games Hangzhou 2022 dengan total tujuh medali emas yang diperebutkan.
Popularitas dan pengaruh esports di Asia terus berkembang. Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang sedang berlangsung, kompetisi esports mempertandingkan 11 nomor.
Kesebelas nomor tersebut adalah Combat Sports, Pokemon Unite, Honor of Kings, League of Legends, Game for Peace Asian Games Edition, Peak Battle, Identity V Asian Games Edition, Naraka: Bladepoint, GT Racing 7, eFootball, dan Magic Bubble Championship.
OCA menegaskan penyelenggaraan Asian Esports and Mind Sports Games di Kuwait pada 2027 akan berjalan berdampingan dengan keberadaan esports dalam sistem Asian Games, bukan menggantikannya.
Artikel Tag: OCA, Asian Games
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/oca-bantah-esports-dicoret-dari-program-asian-games-usai-aichi-nagoya-2026
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini