Statistik Impresif Antara Alexander Zverev Kontra Flavio Cobolli Di Paris
Alexander Zverev [kanan] dan Flavio Cobolli [kiri] [image: AP]
Berita Tenis: Alexander Zverev dan Flavio Cobolli melakoni laga lima set epik di final French Open musim 2026 yang berlangsung selama 4 jam 16 menit.
Setelah petenis berkebangsaan Jerman menundukkan petenis berkebangsaan Italia, Cobolli dengan lima set demi menyabet gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di Roland Garros, Paris, sejumlah statistik mencuat.
Final French Open harus berakhir dengan lima set… lagi!
Final di antara kedua petenis menandai musim ketiga berturut-turut di mana final French Open berlangsung hingga lima set. Pada musim 2024, petenis berkebangsaan Jerman unggul dua set berbanding satu atas Carlos Alcaraz sebelum petenis berkebangsaan Spanyol bangkit dan merebut gelar pertamanya di Roland Garros.
Satu musim kemudian, Alcaraz secara mengesankan menyelamatkan tiga peluang match point dan bangkit dari ketertinggalan dua set untuk mengejutkan petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner dalam salah satu final Grand Slam terhebat dalam sejarah yang berakhir dengan lima set saat waktu menunjukkan 5 jam 29 menit.
Zverev bergabung dengan klub ‘keberuntungan kali keempat’
Petenis peringkat 3 dunia memasuki final French Open musim ini mencatatkan 0-3 di final Grand Slam. Dengan mengalahkan Cobolli, ia bergabung dengan Andre Agassi, Goran Ivanisevic, dan Dominic Thiem dalam meraih gelar Grand Slam pertama dalam karier di final Grand Slam keempat.
Cobolli mematahkan dominasi Zverev di babak tiebreak… tetapi hal itu tidak cukup
Petenis unggulan kedua seharusnya merasa percaya diri setelah dua kali bangkit dari ketertinggalan satu peluang break demi memaksakan babak tiebreak di set keempat melawan petenis unggulan kesepuluh, Cobolli.
Petenis berkebangsaan Jerman memiliki rekor 26-2 dalam babak tiebreak di Roland Garros, dengan satu-satunya kekalahan di babak tiebreak terjadi di semifinal musim 2022 melawan Rafael Nadal dan babak pertama musim 2019 melawan John Millman.
Namun, petenis berkebangsaan Italia menampilkan sesuatu yang istimewa untuk memastikan ia menambah kekalahan ketiga bagi Zverev di babak tiebreak French Open. Petenis berkebangsaan Italia bangkit dari ketertinggalan 1/3 dan mengamankan set keempat dengan forehand winner yang menakjubkan sambil berlari.
Zverev pertahankan catatan positif di laga lima set terbaik
Meskipun kalah di set keempat, juara Olimpiade di Tokyo tahun 2021 masih memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam pertandingan maraton di Roland Garros menjelang set penentu. Dengan mengalahkan Cobolli, ia meningkatkan rekornya menjadi 11-2 dalam set kelima di Roland Garros dan dengan kemenangan tersebut, naik ke posisi kedua dalam daftar kemenangan lima set terbanyak di Roland Garros di Open Era, bersama Novak Djokovic dan Stan Wawrinka. Sementara di posisi pertama ditempati Gael Monfils dengan 12 kemenangan. Secara keseluruhan, ia mencatatkan 24-15 dalam set kelima di keempat Grand Slam.
Pesta break point
Meskipun kecewa karena kalah di final Grand Slam pertama dalam kariernya, Cobolli dapat merenungkan terobosan yang diraihnya dalam dua pekan terakhir di Paris. Ketahanan yang ditunjukkannya di final tercermin dalam fakta bahwa ia menghadapi 21 peluan break point dibandingkan dengan Zverev yang hanya menghadapi delapan peluang break point.
Artikel Tag: French Open, alexander zverev, Flavio Cobolli
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tenis/statistik-impresif-antara-alexander-zverev-kontra-flavio-cobolli-di-paris
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini