George Foreman vs Ron Lyle: Saat Akal Sehat Dibuang Demi Duel Legendaris
Di ronde kelima, George Foreman menghujani Ron Lyle tanpa ampun hingga lawannya ambruk dan wasit menghentikan laga. (Foto: Fight TV)
Divisi kelas berat telah memiliki waktu 50 tahun untuk menandingi kekacauan brutal yang diciptakan George Foreman dan Ron Lyle.
Banyak pertarungan hebat terjadi setelahnya, tetapi nyaris tak ada yang mampu menyamai kegilaan lima ronde mereka di Caesars Palace Sports Pavilion pada 24 Januari 1976.
George Foreman vs Ron Lyle bukan sekadar laga tinju, melainkan ledakan kekerasan yang terasa seperti adegan film.
Ketika Sylvester Stallone menulis adegan brutal dalam Rocky di tahun yang sama, banyak orang menganggapnya berlebihan.
Namun, siapa pun yang menyaksikan duel Foreman–Lyle tahu bahwa hal semacam itu benar-benar bisa terjadi di dunia nyata.
Pertarungan ini lahir dari era emas kelas berat yang berpusat pada Muhammad Ali.
Kekalahan Foreman dari Ali di Zaire mengguncang hidupnya, baik secara fisik maupun mental.
Sang mantan juara tampak kehilangan arah, terjebak dalam bayang-bayang kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya.
Sementara itu, Ron Lyle, mantan narapidana dengan reputasi petarung keras, sedang menanjak sebagai ancaman serius di divisi ini.
Saat bel ronde pertama berbunyi, Lyle langsung mengayunkan pukulan besar.
Sejak itu, strategi perlahan menghilang. Kedua petinju saling menghantam tanpa banyak pertahanan, seolah siapa yang jatuh lebih dulu akan kalah.
Foreman menjatuhkan Lyle, Lyle membalas menjatuhkan Foreman. Ronde demi ronde dipenuhi knockdown, ayunan liar, dan kelelahan ekstrem.
Ronde keempat menjadi salah satu ronde paling gila dalam sejarah tinju.
Foreman dan Lyle sama-sama terkapar, bangkit dengan kaki gemetar, lalu kembali bertukar pukulan seakan naluri bertahan hidup mereka mengambil alih segalanya.
Penonton disuguhi tontonan yang lebih menyerupai perkelahian jalanan ketimbang laga perebutan harga diri dua petinju elite.
Di ronde kelima, dengan sisa tenaga terakhir, Foreman akhirnya menemukan celah.
Ia mendorong Lyle ke sudut ring dan menghujaninya dengan kombinasi kiri-kanan tanpa ampun hingga Lyle ambruk dan wasit menghentikan laga.
Pertarungan ini memang sering dikritik karena minim teknik, namun justru di situlah daya tariknya.
George Foreman vs Ron Lyle adalah bukti bahwa tinju tak selalu tentang keindahan, melainkan tentang keberanian, ketahanan, dan kemauan untuk berdiri saat tubuh sudah tak sanggup lagi.
Setengah abad kemudian, duel ini tetap menjadi standar kegilaan di kelas berat.
Artikel Tag: George Foreman, Muhammad Ali
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/george-foreman-vs-ron-lyle-saat-akal-sehat-dibuang-demi-duel-legendaris
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini