Jai Opetaia Prioritaskan Unifikasi Kelas Penjelajah Ketimbang Lawan Usyk

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 08 Mar 2026, 11:08 WIB - 106 views
Jai Opetaia menegaskan tidak ingin mengejar pertarungan tersebut hanya untuk mendapatkan sorotan. (Foto: Fight TV)

Jai Opetaia menegaskan tidak ingin mengejar pertarungan tersebut hanya untuk mendapatkan sorotan. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Juara dunia kelas penjelajah versi IBF dan The Ring, Jai Opetaia, menilai rencana naik ke kelas berat untuk menantang Oleksandr Usyk belum menjadi langkah realistis pada tahap kariernya saat ini.

 Petinju asal Australia itu menegaskan prioritas utamanya adalah menyatukan seluruh gelar di divisi kelas penjelajah.

Opetaia mengatakan dirinya tertarik dengan kemungkinan menghadapi Usyk, namun fokus utamanya saat ini adalah meraih status juara tak terbantahkan di kelas penjelajah. Hal itu menjadi target utama sebelum mempertimbangkan langkah naik kelas.

Petinju kidal berusia 30 tahun tersebut dijadwalkan menghadapi Brandon Glanton pada Minggu malam di Las Vegas.

Selain bertarung memperebutkan sabuk Zuffa Boxing yang baru diperkenalkan, Opetaia juga berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu petinju teratas di divisi tersebut.

Jika mampu mengalahkan Glanton, Opetaia berpeluang menghadapi pemenang pertarungan antara juara WBA dan WBO Gilberto Ramirez melawan David Benavidez yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei.

Pertarungan itu bisa memberinya kesempatan menambah dua gelar dunia lagi di kelas penjelajah.

Meski demikian, untuk benar-benar menjadi juara tak terbantahkan, Opetaia masih harus mengalahkan pemegang gelar WBC Noel Mikaelian.

Dengan demikian, jalan menuju status undisputed masih memerlukan beberapa pertarungan penting.

Jai Opetaia menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin menyebut nama Usyk hanya demi menarik perhatian publik.

Menurutnya, Usyk merupakan petinju yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia tinju dan pantas dihormati.

Ia menegaskan tidak ingin mengejar pertarungan tersebut hanya untuk mendapatkan sorotan.

Opetaia mengatakan lebih memilih membangun reputasinya melalui prestasi di ring, terutama dengan mewujudkan target menjadi juara sejati di kelas penjelajah.

Sementara itu, Usyk yang memiliki rekor tak terkalahkan 24 kemenangan dengan 15 knockout dijadwalkan tampil dalam laga utama sebuah kartu pertandingan yang akan digelar di kompleks Piramida Giza, Mesir, pada 23 Mei.

Dalam laga tersebut, petinju Ukraina itu direncanakan menghadapi legenda kickboxing Rico Verhoeven.

Di sisi lain, pertarungan Opetaia melawan Glanton juga memunculkan kontroversi setelah Federasi Tinju Internasional (IBF) memutuskan tidak lagi memberikan sanksi resmi terhadap duel tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat malam, IBF menyebut keputusan itu diambil setelah organisasi tersebut merasa telah disesatkan terkait status sabuk Zuffa Boxing yang diperebutkan dalam pertandingan tersebut.

IBF sebelumnya diberi informasi bahwa sabuk Zuffa Boxing hanya bersifat simbolis, seperti trofi atau bentuk penghargaan.

Namun dalam konferensi pers di Las Vegas, Jai Opetaia menyatakan bahwa sabuk IBF dan sabuk Zuffa Boxing sama-sama dipertaruhkan, yang secara teknis akan menjadikannya laga unifikasi.

Organisasi tersebut menegaskan bahwa Zuffa Boxing bukan badan sanksi resmi yang diakui oleh IBF dan tidak mengikuti regulasi yang sama dengan organisasi tersebut.

IBF juga mengingatkan bahwa jika seorang juara bertarung dalam pertandingan yang tidak disetujui dalam batas kelas yang sama, gelarnya akan dinyatakan kosong terlepas dari hasil pertandingan.

Apabila Opetaia tetap melanjutkan duel melawan Glanton, ia terancam kehilangan gelar IBF untuk kedua kalinya.

Sebelumnya, ia pernah dicopot dari gelar tersebut pada 2023 setelah memilih menghadapi Ellis Zorro alih-alih menjalani pertarungan wajib melawan Mairis Briedis.

Jai Opetaia sendiri menegaskan ambisinya tetap sama, yakni menjadi juara tak terbantahkan sebelum memikirkan langkah berikutnya dalam kariernya.

Artikel Tag: oleksandr usyk, Jai Opetaia

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/jai-opetaia-prioritaskan-unifikasi-kelas-penjelajah-ketimbang-lawan-usyk
106
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini