Serial “The Greatest” Hadirkan Kisah Legenda Muhammad Ali di Amazon Prime

Penulis: Hanif Rusli
Sabtu 07 Nov 2026, 15:08 WIB - 108 views
Adegan Jaalen Best (kanan) sebagai Muhammad Ali dalam serial “The Greatest”. (Foto: Fight TV)

Adegan Jaalen Best (kanan) sebagai Muhammad Ali dalam serial “The Greatest”. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Serial “The Greatest” yang mengangkat perjalanan hidup legenda tinju Muhammad Ali mulai tayang di Amazon Prime pada 4 November.

Menghadirkan delapan episode dengan durasi keseluruhan sekitar enam jam, produksi ini menjadi serial pertama yang mendapat izin resmi dan sepenuhnya menggunakan naskah drama untuk mengisahkan kehidupan sang legenda.

Serial tersebut membawa penonton menelusuri perjalanan Muhammad Ali sejak masa kecilnya di Louisville, Amerika Serikat, hingga meraih medali emas kelas berat ringan pada Olimpiade Roma 1960.

Kisahnya berlanjut pada proses perpindahan keyakinan ke Islam, dinamika kehidupan keluarga, serta perjuangannya mencapai gelar juara dunia kelas berat.

Penulis sekaligus kreator serial, Ben Watkins, mengaku sempat ragu menerima proyek tersebut karena besarnya pengaruh Ali di dunia.

Namun, ia akhirnya melihatnya sebagai kesempatan untuk menghasilkan karya paling berharga sepanjang kariernya.

Watkins sebelumnya dikenal melalui serial Burn Notice dan Hand of God, serta menyutradarai dua episode pertama The Greatest.

Peran Cassius Clay muda atau Muhammad Ali pada usia 18 hingga 22 tahun dipercayakan kepada aktor pendatang baru Jaalen Best.

Pemilihan Best bahkan mendapat persetujuan langsung dari janda Ali, Lonnie Ali, setelah melalui sejumlah audisi dan pertemuan.

Best mempersiapkan diri dengan mempelajari rekaman wawancara Ali berulang kali, meniru gerakan tangan, ekspresi wajah, hingga cara berbicara sang petinju.

Ia juga menjalani latihan tinju bersama Rob Salley untuk mempelajari karakteristik pukulan jab, gerak kaki, serta keluwesan Ali ketika berada di atas ring.

Sementara itu, Amin Joseph memerankan Charles "Sonny" Liston, lawan utama Clay dalam perjalanan awalnya menuju kejayaan.

Joseph mengaku menghadapi tantangan karena informasi mengenai kehidupan pribadi Liston tidak sebanyak materi tentang Ali.

Ia berusaha menggambarkan Liston bukan sekadar petinju antagonis, melainkan sosok manusia yang memiliki keluarga, humor, dan sisi emosional.

Salah satu bagian penting serial ini adalah pertarungan Clay melawan Liston pada 25 Februari 1964 di Miami Beach Convention Center.

Clay yang saat itu berusia 22 tahun menghadapi juara dunia dengan status tidak diunggulkan, sebelum akhirnya menang melalui technical knockout (TKO) pada ronde ketujuh.

Best menyebut pertarungan tersebut sebagai salah satu penampilan paling luar biasa dalam sejarah tinju.

Serial ini juga merekonstruksi sejumlah pertarungan penting lainnya, termasuk final Olimpiade melawan Zbigniew Pietrzykowski, debut profesional menghadapi Tunney Hunsaker, serta duel melawan petinju Inggris Henry Cooper.

Selain perjalanan di atas ring, The Greatest menyoroti kehidupan keluarga Ali, termasuk hubungan rumit dengan ayahnya, Cassius Clay Sr., serta kedekatannya dengan sang ibu, Odessa "Bird" Clay.

Serial ini juga mengangkat diskriminasi rasial, ketidakadilan sistemik, pembunuhan Emmett Till, dan proses Ali memeluk Islam bersama adiknya, Rudy.

Watkins menegaskan bahwa perpindahan keyakinan Muhammad Ali digambarkan dengan memperhatikan latar belakang kehidupan keluarganya.

Meski terdapat beberapa dramatisasi dan ketidakakuratan kecil dalam sejarah tinju, hal tersebut dinilai tidak mengurangi kualitas keseluruhan produksi.

Dari sisi visual, serial ini mendapat pujian karena berhasil menghadirkan suasana Roma, Louisville, dan Miami pada era 1960-an.

Musiknya memadukan lagu-lagu dari awal dekade tersebut dengan sentuhan R&B dan hip-hop modern.

Produksi ini turut melibatkan perusahaan Outlier Society milik Michael B. Jordan sebagai produser eksekutif, bersama Lonnie Ali.

Tim produksi bahkan telah membicarakan kemungkinan musim kedua yang akan mengangkat perjalanan Ali setelah 1964, termasuk rivalitasnya dengan Joe Frazier dan pertarungan legendaris melawan George Foreman di Kinshasa.

Artikel Tag: Muhammad Ali, Joe Frazier, George Foreman

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/serial-the-greatest-hadirkan-kisah-legenda-muhammad-ali-di-amazon-prime
108
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini