Xander Zayas dan Abass Baraou Siap Tampilkan Versi Terbaik di Puerto Riko
Xander Zayas (kiri) dan Abass Baraou. (Foto: Fight TV)
Biasanya, juara dunia yang baru merebut sabuk memilih lawan relatif aman untuk pertahanan gelar perdana. Namun, Xander Zayas dan Abass Baraou justru mengambil jalan sebaliknya.
Keduanya akan langsung saling berhadapan dalam laga unifikasi kelas junior middleweight (154 pound) pada Sabtu (31/1) di Coliseo de Puerto Rico, San Juan, dalam pertarungan yang disiarkan melalui Top Rank Classics.
Xander Zayas (22-0, 13 KO) datang sebagai pemegang gelar WBO, sementara Baraou (17-1, 9 KO) menyandang sabuk WBA. Menariknya, kedua petinju ini bukan orang asing satu sama lain.
Mereka pernah berbagi ring dalam sesi sparring, namun Baraou menegaskan bahwa pertarungan sesungguhnya akan sangat berbeda.
Menurut Baraou, sparring hanyalah sarana belajar.
Dalam laga resmi, semua berubah: sarung tinju berbeda, tanpa pelindung kepala, dan tidak ada bantuan siapa pun.
Ia menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada pertarungan ini dan siap mempertaruhkan segalanya di atas ring Puerto Rico.
Bagi Zayas, duel ini memiliki makna emosional yang besar.
Di usia 23 tahun, ia akan menjalani pertarungan pertama di kota kelahirannya dan yang kedua secara keseluruhan di Puerto Rico.
Ia mengaku mengharapkan versi terbaik dari Baraou, petinju yang kini telah berkembang menjadi juara dunia sejak terakhir kali mereka sparring hampir dua tahun lalu.
Zayas menilai keduanya telah tumbuh, belajar, dan melewati pengalaman berbeda.
Karena itu, ia yakin Baraou akan tampil dengan level yang belum pernah ia lihat sebelumnya—dan sebagai balasannya, Baraou juga akan menghadapi versi terbaik dari dirinya.
Pertarungan ini mencatat sejarah sebagai laga unifikasi kedua yang pernah digelar di Puerto Rico.
Sebelumnya, duel serupa terjadi pada 2010 saat Ivan Calderon menghadapi Giovani Segura, yang berakhir pahit bagi petinju tuan rumah.
Baraou, 31 tahun, merebut gelar interim WBA lewat kemenangan dramatis atas Yoenis Tellez pada Agustus lalu, sebelum diangkat menjadi juara penuh setelah Terence Crawford melepas sabuknya.
Sementara itu, Zayas merebut gelar WBO dengan kemenangan dominan atas Jorge Garcia pada Juli, menjadikannya juara dunia termuda saat itu.
Jika menang, Xander Zayas akan mencatatkan sejarah baru sebagai juara dunia terpadu termuda di dunia tinju.
Ia menyebut laga ini sebagai momen terbesar dalam hidupnya—hasil dari hampir dua dekade dedikasi—dan menegaskan bahwa inilah panggung tempat ia memang seharusnya berada.
Artikel Tag: Xander Zayas, puerto riko
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/tinju/xander-zayas-dan-abass-baraou-siap-tampilkan-versi-terbaik-di-puerto-riko
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini