Sadari Tak Lagi Semakin Muda, Elena Rybakina Prioritaskan Kesehatan
Elena Rybakina [image: reuters]
Berita Tenis: Elena Rybakina mengatakan fokusnya adalah mencoba menemukan ‘keseimbangan yang tepat’ antara komitmen turnamennya dan menjaga kesehatan setelah memenangkan gelar US Open pertama dalam kariernya.
Petenis berkebangsaan Kazakhstan berjuang keras untuk meraih kemenangan tiga set atas Aryna Sabalenka di final US Open sekaligus mengamankan gelar Grand Slam ketiga dalam kariernya. Ia juga sebelumnya telah memenangkan gelar Australian Open awal musim ini serta Wimbledon musim 2022.
Kemenangan teranyar tersebut bisa dibilang tidak terduga bagi petenis unggulan kedua, mengingat ia belum pernah melampaui babak keempat US Open sebelum musim ini dan datang ke Grand Slam tersebut dengan masalah cedera.
"Saya merasa turnamen ini lebih menegangkan karena ada pertandingan di mana saya bermain untuk memperebutkan posisi peringkat 1 dunia, dan kemudian, tentu saja, ada masalah cedera ini," jelas Rybakina saat membandingkan kemenangan Grand Slam terbarunya dengan dua gelar Grand Slam sebelumnya.
“Jadi, setiap hari terasa cukup menantang, namun saya merasa lebih tenang menghadapi situasi seperti ini dibandingkan saat mengalami hal serupa sebelumnya.”
Bulan lalu, cedera kaki petenis berkebangsaan Kazakhstan kambuh saat ia bertanding di Cincinnati Open, yang membuatnya kesulitan berjalan tanpa rasa sakit selama beberapa hari. Ia harus menjalani rehabilitasi selama satu pekan serta pemeriksaan MRI menjelang US Open.
Berkat keberhasilan terbarunya, petenis berusia 27 tahun kini memiliki peluang untuk melengkapi career Grand Slam (memenangkan keempat gelar Grand Slam) musim depan di French Open. Ia baru dua kali mencapai perempatfinal di French Open, yakni pada musim 2021 dan 2024. Kendati demikian, lima dari 14 turnamen WTA yang dikoleksinya diraih di clay-court.
"Usia saya terus bertambah, jadi prioritas utamanya adalah menjaga kesehatan serta cermat dalam memilih jadwal turnamen dan mengatur proses latihan," ujar Rybakina.
"Tentu saja, target utamanya selalu turnamen-turnamen besar — kita pasti ingin memenangkannya — jadi kuncinya adalah menemukan keseimbangan dan menjaga konsistensi performa. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya, namun yang pasti masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sejujurnya, tugas ini tidak pernah benar-benar usai."
Ia akan naik ke peringkat 1 dunia pada hari Senin (14/9). Posisi tersebut ia pastikan setelah mencapai semifinal US Open. Itu akan menjadi kali pertama seorang petenis yang mewakili Kazakhstan menempati peringkat teratas. Ia lahir dan besar di Moskow, Rusia, namun beralih kewarganegaraan pada tahun 2018 demi mendapatkan tambahan dana untuk kariernya.
Dalam beberapa hari mendatang, akan ada banyak perayaan bagi petenis yang menegaskan bahwa kiprahnya sebagai petenis tidak pernah benar-benar usai.
"Saya memiliki tim yang hebat, orang-orang hebat di sekeliling saya, dan kami terus melanjutkan kerja keras ini. Akhirnya semua itu membuahkan hasil, dan saya sangat bahagia serta bangga," tutur Rybakina.
"Hal ini tidak pernah mudah. Bahkan sekarang, setelah saya menyelesaikan turnamen ini, beristirahat, dan merayakannya, masih ada turnamen-turnamen lain yang menanti. Anda tetap harus bermain. Anda tetap harus bersaing dengan petenis-petenis yang sama dan anda tetap harus memberikan yang terbaik."
“Ini adalah perjalanan yang luar biasa dan semoga saya bisa terus berada di puncak selama mungkin.”
Artikel Tag: US Open, Aryna Sabalenka, Elena Rybakina