Meski Banyak Hambatan, French Alps 2030 Yakin Gelar Olimpiade Berkualitas
Keyakinan tersebut disampaikan Presiden French Alps 2030, Edgar Grospiron, dalam konferensi pers di Milan, Sabtu (21/2).
Panitia Olimpiade Musim Dingin 2030 wilayah Alpen Prancis (French Alps 2030) menegaskan kesiapan mereka menggelar pesta olahraga musim dingin dengan standar tinggi meski dibayangi keterbatasan waktu dan tekanan anggaran.
Keyakinan tersebut disampaikan Presiden French Alps 2030, Edgar Grospiron, dalam konferensi pers di Milan, Sabtu (21/2), jelang seremoni penutupan Olimpiade Milan-Cortina 2026.
Komite Olimpiade Internasional telah menetapkan Alpen Prancis sebagai tuan rumah edisi 2030 pada Juli 2024.
Dengan keputusan itu, panitia hanya memiliki sekitar lima setengah tahun untuk melakukan seluruh persiapan menuju ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 1–17 Februari 2030.
Grospiron menyebut sekitar 85 persen venue pertandingan sudah diamankan, sementara 15 persen lainnya masih dalam tahap finalisasi.
Konsep penyelenggaraan akan melanjutkan model terpisah di beberapa wilayah, serupa dengan yang diterapkan di Milan-Cortina.
Cabang olahraga salju akan digelar di sejumlah resor ski ternama di Pegunungan Alpen, termasuk Val d’Isere.
Adapun cabang es direncanakan berlangsung di kota pesisir selatan Nice.
Untuk nomor speed skating, panitia mempertimbangkan opsi menggelarnya di luar Prancis, yakni di Turin (Italia) atau Heerenveen (Belanda), guna memanfaatkan arena yang sudah tersedia dan menekan pembangunan baru.
Keputusan final terkait daftar cabang olahraga dan lokasi pertandingan dijadwalkan ditetapkan Komite Olimpiade Internasional pada Juni mendatang.
Meski optimistis, panitia tak menampik adanya dinamika internal.
Grospiron mengakui adanya “turbulensi” dalam tubuh organisasi, termasuk ketegangan dengan direktur jenderal Cyril Linette yang dikabarkan akan meninggalkan jabatannya.
Rapat dewan digelar Sabtu untuk membahas situasi tersebut, beberapa jam sebelum prosesi serah terima bendera Olimpiade pada upacara penutupan di Verona.
“Untuk membuat Olimpiade ini sukses, kami membutuhkan stabilitas, ketenangan, dan kesinambungan dalam organisasi,” ujar Grospiron.
Ia menegaskan panitia ingin menunjukkan kepada publik Prancis dan dunia bahwa proyek ini berada di jalur yang tepat.
Proyek French Alps 2030 sejak awal disebut sebagai salah satu penyelenggaraan dengan tenggat paling ketat dalam era modern Olimpiade.
Rencana pencalonan baru terbentuk pada 2023, sebelum akhirnya IOC mengalihkan fokus ke Prancis di tengah momentum sukses persiapan Olimpiade Paris 2024.
Pengalaman penyelenggaraan Paris 2024 diyakini menjadi modal penting.
Sejumlah figur kunci dari Paris, termasuk Étienne Thobois, turut membantu proses transisi dan stabilisasi tim French Alps 2030.
Prancis akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin untuk keempat kalinya setelah 1924, 1968, dan 1992.
Dengan pengalaman historis tersebut, panitia menargetkan penyelenggaraan yang efisien, berkelanjutan, dan tetap kompetitif di tengah tekanan waktu dan biaya.
Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/meski-banyak-hambatan-french-alps-2030-yakin-gelar-olimpiade-berkualitas
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini