Tkachuk: Ada Kebencian dalam Rivalitas AS-Kanada di Hoki Es Olimpiade
Final hoki es putra Olimpiade 2026 yang digelar 22 Februari juga bertepatan dengan tanggal kemenangan legendaris AS atas Uni Soviet pada 1980. (Foto: AP)
Penyerang Amerika Serikat Brady Tkachuk menyebut laga final hoki es putra Olimpiade Musim Dingin 2026 melawan Kanada sebagai pertandingan sarat emosi dan rivalitas.
Menjelang duel perebutan emas di Milan, Tkachuk secara terbuka mengakui adanya “kebencian” dalam persaingan dua negara tersebut.
“Ada kebencian di sana. Mereka sudah lama menjadi yang terbaik. Mereka tim teratas selama bertahun-tahun, dan kami ingin berada di posisi itu,” ujar Tkachuk. “Ini mungkin pertandingan terbesar dalam hidup banyak pemain.”
Amerika Serikat terakhir kali mengalahkan Kanada dalam ajang best-on-best pada Piala Dunia Hoki 1996. Sejak saat itu, Kanada kerap menjadi batu sandungan di turnamen besar.
Pada ajang 4 Nations tahun lalu, AS sempat menang di fase round robin, namun Kanada membalas dengan kemenangan 2-1 di final lewat perpanjangan waktu.
Kekalahan tersebut masih membekas bagi Tkachuk. Ia mengaku tidak ingin kembali merasakan kekecewaan serupa.
“Kami hanya terpaut satu tembakan tahun lalu. Rasa sedih itu bertahan lama. Saya tidak ingin merasakannya lagi,” katanya.
Tim AS datang ke Milan dengan tekad “emas atau gagal”. Mereka belum meraih emas Olimpiade sejak kemenangan bersejarah pada 1980.
Sejak pemain NHL kembali diizinkan tampil di Olimpiade mulai 1998—kecuali edisi 2018 dan 2022—ambisi untuk membuktikan kekuatan hoki AS di panggung dunia semakin besar.
Pada Mei lalu, AS juga menjuarai Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya dalam lebih dari 90 tahun.
Sejumlah pemain dari tim tersebut kini kembali memperkuat skuad Olimpiade, termasuk Clayton Keller, Tage Thompson, dan Jeremy Swayman.
Sementara itu, Kanada tetap datang sebagai unggulan dengan komposisi bintang NHL. Unit power play mereka tampil impresif sepanjang turnamen.
Nama-nama seperti Nathan MacKinnon, Connor McDavid, Macklin Celebrini, Sam Reinhart, dan Cale Makar menjadi tumpuan serangan.
Kapten Kanada Sidney Crosby masih dipantau kondisinya akibat cedera tubuh bagian bawah dan akan ditentukan menjelang pertandingan.
Gelandang bertahan AS Vincent Trocheck menilai laga final akan berlangsung ketat dan fisikal.
“Ini pertarungan keras. Hoki terbaik melawan terbaik di panggung dunia, memperebutkan emas,” ujarnya.
Final yang digelar 22 Februari juga bertepatan dengan tanggal kemenangan legendaris AS atas Uni Soviet pada 1980.
Bagi skuad muda AS, momen tersebut menjadi tambahan motivasi untuk mengakhiri penantian panjang dan merebut supremasi dari rival abadi mereka.
Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/olahraga-lain/tkachuk-ada-kebencian-dalam-rivalitas-as-kanada-di-hoki-es-olimpiade
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini